1 tahun lalu |1 Mei 2016 20:10 |1193 Pembaca

Buruh Sibolga-Tapteng Konvoi & Baksos Bareng Kapolres

Foto: Kapolres Tapteng AKBP Bony JS Sirait saat menyampaikan arahannya dalam aksi konvoi dan bakti sosial Hari Buruh, di Pondok Batu, Sarudik, Minggu (1/5). Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Ratusan buruh di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) memperingati Hari Buruh atau May Day, Minggu (1/5). Mereka melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor dan bakti sosial bersih lingkungan.

“Hidup buruh, hidup SBSI,” teriak Koordinator SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Wilayah Sumut, Nikolas saat orasi di depan Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Sebelumnya konvoi start dari depan Sekretariat SBSI Sibolga-Tapteng di Jalan Horas, Sibolga Sambas. Kemudian, melintasi Jalan R Suprato-Jalan S Parman-Sisingamangaraja-Jalan Gatot Subroto Pondok Batu.

Nikolas menyuarakan, ada 12 tuntutan buruh kepada pemerintah yang belum direalisasikan. Seperti menolak kehadiran pekerja asal China di Indonesia, merevisi dan menaikkan upah minimum buruh sebesar 30 persen, menolak tax amnesti, menolak investor China, mencabut PP 45. Lalu mengusut korupsi bansos dan BDB Sumut dan kasus suap interpelasi Sumut, mengikutkan SBSI dalam tripartit kota/provinsi, menghapus kontrak dan outsourcing, menangkap pengusaha pembayar upah dibawah minimum, menghapus peraturan larangan mogok di wilayah industri, dan menghentikan perbudakan buruh di perkebunan dan kelautan.

Turut juga Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan. Dan di kesempatan itu, Arsula Gultom sebagai Korwil Konsultasi SBSI Sumut membacakan sekilas sejarah dan dinamika dunia buruh sejak jaman orde baru hingga saat ini.

Sementara Anggota Dewan Keselamatan Kerja Nasional Darta Johannes Pakpahan menyampaikan, SBSI sedang merancang kebijakan mengenai perlengkapan kerja yang selama ini justru disediakan oleh para pekerja, bukan pihak perusahaan. Harapannya, kebijakan itu bisa tembus menjadi peraturan pemerintah. Lalu, disinggungnya juga terkait laporan kecelakaan buruh saat bekerja yang tidak sampai ke instansi pemerintah terkait.

Aksi buruh itu berjalan aman dan tertib dibawah pengawalan petugas kepolisian dan TNI. Kapolres Tapteng AKBP Bony JS Sirait yang ikut mengamankan mengapresiasi aksi damai tersebut. Bahkan perwira berpangkat melati dua itu ikut aksi bersih lingkungan. “Saya bangga kepada kalian. Mulai dari koordinasi hingga aksi hari ini semua berjalan dengan baik. Kalau soal tuntutan tadi, silahkan disampaikan sesuai koridornya,” ucap AKBP Bony.

Editor: Raymon