1 tahun lalu |2 Mei 2016 11:58 |1498 Pembaca

Komplotan Perampok Antar Provinsi dan Bersenpi Diringkus

Foto: Keempat komplotan perampok bersenpi serta barang bukti uang hasil rampokan, saat digelar Mapolres Tapsel, kemarin. DD/ST

TAPSEL, SUARATAPANULI.COM – Petugas Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, membekuk komplotan perampok antar provinsi yang bersenjata api, Sabtu (30/4) malam. Keempat kawanan itu diringkus di rumah salah satu pelaku, EST (43), di Desa Gunting Saya Panjang Bidang, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura.

Tiga pelaku lainnya yakni Jun (26) warga Desa Kampung Banjar Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura. Kemudian, Sfn (36) alias BB warga Desa Kosek Putih, Kecamatan Simangambat, Paluta. Dan Ew (38) warga Desa Tanjung, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah senjata api jenis Revolver beserta 2 butir peluru, uang tunai Rp3 juta rupiah hasil rampokkan, 1 unit handphone, dan 1 unit sepedamotor yang digunakan mereka saat beraksi.

“Ini komplotan perampok bersenjata api antar provinsi yang dikenal kejam. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Mereka ini juga residivis,” kata Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana.

Foto: Barang bukti senjata api dan uang hasil rampokan komplotan saat digelar Mapolres Tapsel, kemarin. DD/ST Foto: Barang bukti senjata api dan uang hasil rampokan komplotan saat digelar Mapolres Tapsel, kemarin. DD/ST

Sebelumnya, pada Rabu (20/4) lalu komplotan ini merampok Gembira Sianturi (23) warga Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, Provinsi Riau. Korban yang merupakan seorang pengusaha kelapa sawit itu dirampok di sebuah rumah makan di Dusun Bangun, Desa Kosek Putih, Kecamatan Simangambat, Paluta. Dari tangan korban, komplotan itu menggasak uang sebanyak Rp50 juta yang tadinya untuk gaji karyawan.

Keempatnya kini mendekam di penjara polisi. Mereka diganjar dengan Pasal 365 KUHPidana yang ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Editor: Mora