1 tahun lalu |2 Mei 2016 13:11 |1102 Pembaca

Keluarga Roy Pane Minta Maaf ke Korban Keracunan Itak-itak

Foto: Gelaran acara silaturahmi dan penyampaian maaf antara tuan rumah hajatan Roy S Pane, dengan para korban dugaan keracunan makanan, Senin (2/5). Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Keluarga Roy S Pane meminta maaf kepada 40-an korban dugaan keracunan makanan saat syukuran masuki rumah barunya di Lingkungan I, Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapteng, Kamis (28/4) lalu. Permohonan maaf itu disampaikan dalam pertemuan di Kantor Lurah setempat, Senin (2/5).

Pertemuan itu difasilitasi unsur pemerintah kelurahan, dihadiri  tokoh masyarakat, cerdik pandai, tokoh agama, tokoh adat. Camat Sibabangun Zulkifli Simatupang SH dan Lurah Sibabangun Maslina mengatakan, pertemuan maaf memaafkan itu diharapkan dapat mengobati perasaan tidak mengenakkan dari kedua belah pihak. Supaya warga dan pemilik hajatan dapat kembali beraktivitas secara normal di kehidupan sehari-hari.

“Tidak ada yang menginginkan musibah itu terjadi. Kita ambil saja hikmahnya. Sebagai warga yang bertetangga, kita ingin tidak ada gap dalam aktifitas kehidupan sehari hari mereka,” ucap Lurah Maslina.

Masih kata Lurah Maslina, sesudah saling memaafkan, diharapkan asumsi- asumsi miring yang sempat beredar di tengah masyarakat akan terhapus dengan sendirinya. “Kita harapakan tidak ada lagi kesalahpahaman antara korban dengan pemilik hajatan. Hiduplah dengan nyaman dan damai,”  harapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sibabangun Hasniatunnur Pohan SKM mengatakan, hingga kini penyebab keracunan massal itu belum bisa disimpulkan. Beberapa kemungkinan semisal penganan yang terindikasi berjamur, kurangnya kebersihan, memang dapat menjadi penyebab terjadinya keracunan.

“Jangan ada pikiran negatif. Jangan kita berandai-andai. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berkompoten.  Sampel makanannya telah kita kirimkan ke labfor. Dua minggu ke depan, akan diketahui penyebabnya,” tukas Hasniatunnur.

Sebelumnya diberitakan, syukuran itu sempat membuat 43 warga, baik orang dewasa dan anak-anak mengalami mual, muntah dan pusing. Mereka sempat dilarikan ke puskesmas dan rumahsakit. Para korban diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap itak-itak, kue beras khas Tapanuli,d yang disajikan tuan rumah. Setelah mendapatkan pengobatan medis, kondisi para korban berangsur membaik. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.

Editor: Mora