1 tahun lalu |2 Mei 2016 17:12 |2035 Pembaca

Tubuh Bani Gosong Kesetrum di Kantor Depag Taput

Foto: Bani Silitonga duduk di kursi dengan luka bakar karena kesetrum listrik di Kantor Depag Taput, Senin (2/5). Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Bani Silitonga masih mengerang kesakitan di rumahnya di Dusun Panaharan Desa Hutabarat Partali Julu, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara (Taput). Sekitar 60 persen kulitnya terbakar akibat kesetrum listrik saat bekerja bangunan di Kantor Departemen Agama daerah setempat, Sabtu (30/4) pagi.

Ditemui di rumahnya, Senin (2/5), pria 35 tahun itu hanya bisa duduk di bangku kayu. Luka bakar di bagian tubuhnya, terutama di bagian bahu, tangan kanan, badan serta kedua kakinya membuatnya tak leluasa bergerak.

Cerita Bani, dirinya kesetrum listrik pada pagi hari saat dia sedang memperbaiki posisi tangga yang akan digunakannya mencat resplang kantor instansi vertikal itu. “Saat itu aku sedang memperbaiki posisi tangga atau peranca dari atas, posisiku tepat di atas seng,” terang Bani kepada awak media.

“‪Saat mengangkat tangga itulah aku kesetrum,” tambah Bani.

Awalnya punggungnya yang menyentuh kabel listrik, tapi akibat sengatan arus listrik dia kemudian terkejut. Alhasil kabel terjepit diantara ketiak sebelah kanannya. Percikan api memercik dan Bani terpelanting hingga berguling-guling di atap seng.‬ Sadar kalau sampai ia terjatuh ke tanah bisa berakibat lebih fatal, Bani langsung meraih resplang.‬

“Aku langsung raih resplang dengan tangan kiri. Aku bergantungan dengan tangan kiri, hingga beberapa menit, sebelum dibantu rekan sesama pekerja,” ungkapnya berlinang airmata.

Oleh rekannya, Bani langsung dibawa ke RSUD Tarutung. Tapi di sana Bani hanya dirawat selama 3 jam dan langsung pulang karena tidak memiliki uang. Bani saat ini hanya berobat ke bidan setempat sambil menggunakan ramuan obat tradisional. “Kami tidak punya uang untuk berobat, aku juga tidak masuk BPJS mandiri maupun Jamkesmas. Saya berharap pihak Depag mau membantu” harapnya.‬

Sekedar untuk diketahui, sudah 3 minggu Bani bekerja di kantor itu bersama 4 rekannya. Mereka bergaji harian. Ada seorang pegawai kantor itu yang meminta mereka bekerja di sana.

Editor: Mora