1 tahun lalu |2 Mei 2016 22:31 |600 Pembaca

PDAM Taput akan Kaji Ulang Kenaikan TDA

Foto: Lamtagon Manalu.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Direktur PDAM Mual Natio Tapanuli Utara (Taput) Lamtagon Manalu menyatakan pihaknya akan mengkaji ulang rencana kenaikan tarif dasar air (TDA) tahap ketiga. Usulan kenaikan TDA menjadi Rp1.700 per meter kubik yang tadinya akan berlaku sejak Agustus itu mendapat penolakan dari pelanggan.‬

“Masih akan dikaji ulang,” ujar Lamtagon Manalu pada awak media di ruang kerjanya, Selasa (2/5).

Lamtagon menjelaskan saat ini TDA yang berlaku adalah Rp1.350 per meter kubik, yakni perubahan tahap kedua. “Tarif perubahan tahap kedua, ini yang kita gunakan dan berlaku sejak Febuari 2016, jadi bukan yang Rp1.700 itu,” tegas Lamtagon.‬

Alasan mendasar pembatalan pemberlakuan sesuai jadwal yang telah direncanakan, serta tindakan pengkajian ulang ditempuh, karena masih harus konsentrasi dalam penataan pelayanan publik.‬ “Pengkajian ulang atas rencana tersebut harus segera dilakukan mengingat kondisi air yang bersumber dari Simarsasak sangat kotor, apalagi pada saat musim penghujan. Makanya, terlebih dahulu, harus segera direncanakan pembangunan reservoir,” ungkapnya.‬

Selain itu, langkah untuk segera melakukan penataan distribusi air kepada pelanggan, sambung Lamtagon, menjadi asalan lainnya untuk membatalkan pemberlakuan kenaikan tarif pada Agustus mendatang.‬

“Jadi kami sudah bertekad untuk memperbaiki pelayanan terlebih dulu. Meski untuk membenahi meterisasi pelanggan saja melalui sumber daya keuangan yang dimiliki perusahaan, itu setidaknya membutuhkan waktu lama sekitar 6 tahun. Tapi dengan kemampuan saat ini, perbaikan pelayanan mendesak untuk disegerakan,” sebut Lamtagon.‬

Mantan Ketua KPUD Taput itu juga menegaskan untuk mencapai pelayanan yang maksimal, TDA harus mencapai Rp2.100 per meter kubik. Dengan begitu PDAM milik pemerintah daerah itu baru bisa mandiri dan memaksimalkan pelayanan.‬

Editor: Mora