1 tahun lalu |3 Mei 2016 17:29 |1653 Pembaca

Ketua Raja Naipospos: Stop Penyadapan Getah Pinus

Foto: Pohon pinus di Taput yang disadap getahnya. Sumber foto: Jeje Tobing/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Maraknya penyadapan getah pohon pinus di Tapanuli Utara (Taput) mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menuding penyadapan getah berakibat pada kematian pohonnya dan berdampak pada rusaknya ekosistim sekitar.‬

Ketua Umum Raja Naipospos Se Indonesia, Brigjen Pol Purn Parasian Simanungkalit saat dihubungi melalui selularnya mendesak semua kegiatan penyadapan pohon pinus di Hutan Dolok Imun, Kecamatan Sipoholon agar dihentikan. Sebab di hutan itu ada Mual Raja Naipospos yang airnya dipergunakan masyarakat sekitar untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk mengairi persawahan.‬

“Karena penyadapan itu berdampak negatif terhadap ekosistim sekitar,” tegasnya.

Parasian Simanungkalit pun sepakat bahwa penyadapan dapat mengakibatkan kematian pohon pinusnya. ‬”Sebab batangnya harus dibolongi ataupun dikorek, maka pinusnya akan mati kemudian. Hutan harus dipelihara, supaya jangan terjadi bencana,” tukas Parasian yang juga Ketua Umum Gapenta (Gerakan Peduli Anti Narkoba)‬.

Ditegaskannya, kegiatan penyadapan getah pinus tidak boleh berlangsung di hutan Dolok Imun jika tidak atas keputusan musyawarah mufakat dengan pengurus Raja Naipospos dan semua masyarakat Naipospos yang ada di sekitar Dolok Imun. “Apabila ini tidak dipenuhi, Punguan Raja Naipospos akan menggugat pihak terkait,” tegasnya.‬

Maraknya aktifitas penyadapan diakui oleh Ucok, nama samaran, salah seorang penggiat penyadapan getah pinus, kepada awak media, Selasa (3/5). Diungkapkannya, penyadapan oleh perorangan maupun perusahaan terjadi di Hutan Dolok Imun, Hutan Pangaribuan dan Garoga, Hutan Kawasan Salib Kasih Siatasbarita, Hutan Dolok Martimbang, serta Hutan Simanungkalit Desa Hutauruk.‬ Setahu dia, perusahaan yang terlibat diantaranya PT Inhutani, PT Global dan CV Parparean.

Bisnis getah pinus memang sangat menjanjikan, mereka membeli dari masyarakat dengan harga Rp4.000 per kilogramnya.‬ “Perusahaan inilah yang beraktifitas melakukan penyadapan getah pinus di Tapanuli Utara,” ungkapnya.

Editor: Mora