1 tahun lalu |4 Mei 2016 00:16 |1615 Pembaca

Mahasiswa STIE Al Wasliyah Tuntut Kaharuddin ‘Turun Tahta’

Foto: Aksi damai mahasiswa STIE Al Washliyah Sibolga-Tapteng di halaman kampus, Selasa (3/5). Dok/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al Washliyah Sibolga-Tapanuli Tengah berunjuk rasa di halaman kampusnya di Jalan Padangsidimpuan, Tano Ponggol, Kecamatan Sarudik, Selasa (3/5). Mereka yang tergabung di KOMAPLUS dan HIMMA itu menuntut Kaharuddin Simamora meletakkan jabatan sebagai ketua yayasan.

“Copot Kaharuddin kerena sudah membodohi dan mengangkangi hak-hak Al Washliyah. Yayasan STIE ini akan menjadi sebuah dinasti,” teriak orator aksi Andrian Irsyad.

Mahasiswa beralasan, masa jabatan Kaharuddin telah menyalahi aturan internal tentang masa periode seorang pimpinan yayasan. Dimana semestinya hanya bisa 2 periode atau 8 tahun. Sedangkan Kaharuddin sudah menjabat selama 11 tahun.

Kemudian soal dinasti, mahasiswa membeberkan bahwa dari 32 staf dan dosen, 8 diantaranya merupakan kerabat keluarga Kaharuddin. Padahal kampus itu milik yayasan Al Washliyah, bukan milik Kaharuddin seorang.

Audit Keuangan dan Hapus Pendomplengan Nilai

Mereka juga menuntut agar penggunaan keuangan kampus dan yayasan diaudit. Sebab ada indikasi dana yayasan yang asalnya dari mahasiswa itu dipakai untuk keperluan pribadi dan golongan oknum tertentu, bukan untuk keperluan kampus dan kegiatan kemahasiswaan. “Anggaran senat dikutip Rp100 ribu per tahun, per semester Rp50 ribu, tapi tidak ada kegiatan,” kata Andrian Irsyad.

Kemudian mahasiswa pun menyinggung terkait indikasi pengaturan atau pendomplengan nilai mahasiswa yang dilakukan oleh para dosen. Praktek kecurangan itu dapat dilakukan asalkan ada uang pemulusnya.

Seluruh aspirasi dan tuntutan itu mereka sampaikan kepada pengurus harian kampus, agar dapat diteruskan kepada Majelis Pimpinan Tinggi Al Washliyah.

Aksi penyampaian aspirasi itu berlangsung damai. Meski sempat diguyur hujan, mereka tetap melanjutkan aksinya. Setelah merasa puas menyampaikan tuntutan, mereka membubarkan diri dengan tertib. Mereka menyatakan akan terus menggelar aksi serupa sampai ada jawaban dan tindakan dari pihak yayasan atas tuntutan itu.

Editor: Mora