1 tahun lalu |4 Mei 2016 10:35 |1290 Pembaca

Operasi ‘Bersinar’ Tapteng Ungkap 17 Kasus

Foto: Kasat Narkoba AKP Sopian dan jajaran saat gelar press release hasil ungkapan Operasi Bersinar Toba 2016, di Mapolres Tapteng setempat , Rabu (4/5). Mora/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Jajaran Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana narkoba dalam operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) Toba 2016, selama 21 Maret-19 April. Barang buktinya ganja sekitar 8,422 kilogram dan sekitar 5,46 gram sabu-sabu.

“Tersangkanya ada 17 orang, diantaranya 16 laki-laki dan 1 perempuan. Para tersangka itu rata-rata pengedar, hanya satu orang pemakai,” ujar Kapolres Tapteng AKBP Bony JS Sirait melalui Kasat Narkoba AKP Sopian dalam gelar press release di mapolres setempat, Rabu (4/5).

Operasi ini merupakan bentuk kepedulian dan tindakan pemerintah untuk membangun bangsa bebas narkoba. Selain penindakan, operasi juga diisi dengan kegiatan kampanye langsung di 237 lokasi di wilayah hukum Polres Tapteng. Kemudian dilakukan juga kampanye pemasangan spanduk sebanyak 110 lembar dan pemasangan stiker sebanyak 5.000 lembar.

“Kegiatan kampanye anti dan perangi narkoba ini dilaksanakan di 20 kecamatan, 160 desa dan kelurahan, dan di 57 lembaga pendidikan mulai SD hingga perguruan tinggi. Pesertanya sebanyak 17.690 orang,” kata AKP Sopian.

Kasat menyatakan, jika dibandingkan dengan hasil ungkapan kasus selama Januari-April 2015 dengan periode yang sama di 2016, ada peningkatan yang signifikan. Karena itu, pihaknya berharap peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengkampanyekan perang terhadap narkoba.

“Kendala kami dalam operasi itu dimana jumlah personel kurang dan rata-rata sosoknya sudah dikenali. Makanya kami mengharapkan peran seluruh elemen masyarakat untuk membantu, setidaknya memberi informasi, dan rekan-rekan media juga ikut memberitakan kampanye anti narkoba,” ujarnya.

Sebagai kawasan pesisir pantai barat, Tapteng merupakan daerah potensial peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Daerah kita ini di tengah-tengah, bisa masuk dari Tapanuli Bagian Selatan, dari Provinsi Aceh, dan bisa dari pantai timur (Medan),” pungkas AKP Sopian.

Editor: Mora