1 tahun lalu |5 Mei 2016 11:11 |1243 Pembaca

Kadishut Taput: PT Inhutani Harus Stop Penyadapan Pinus

Foto: Hamparan pohon pinus yang mati mengering akibat disadap getahnya, di hutan Dolok Imun, Sipoholon, Taput. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Utara (Taput) Benhur Simamora memerintahkan PT Inhutani IV untuk menghentikan segala aktitivitas penyadapan getah pinus di hutan Dolok Imun, Kecamatan Sipoholon. Penghentian berlaku mulai hari ini atau sejak surat penghentian operasional dikeluarkan.

Penghentian penyadapan itu karena pihak PT Inhutani dalam operasionalnya tidak mengindahkan prosedur yang ditetapkan sesuai amanat izin yang diberikan.

“Evaluasi kami berdasarkan monitoring langsung ke lokasi bersama dengan pihak perwakilan PT Inhutani IV pada 3 Mei kemarin,  terdapat penyadapan getah pinus yang tidak sesuai  dengan prosedur,” ungkap Benhur saat dihubungi awak media.

Sebagai tindaklanjuti temuan lapangan tersebut, Kepala Dinas mengeluarkan surat Nomor: 522/453/PH/Dishut/2016 tanggal 4 Mei 2016, tentang penghentian operasional penyadapan di lokasi. “Untuk itu kami mohon bantuan masyarakat untuk melaporkan apabila masih ada aktifitas penyadapan  getah pinus  di hutan Dolok Imun, sehingga dinas kehutanan dapat melakukan tindakan hukum,” ujarnya Kadis sembari mengucapkan terima kasih kepada awak media dan elemen masyarakat atas informasinya.

Sebelumnya, akibat penyadapan itu, ratusan batang pohon pinus di hutan Dolok Imun mati mengering. Pada batangnya didapati bekas koakan dan deresan. Batang pinus dikoak hingga sedalam 10 centimeter. Matinya pohon endemis di kawasan Tapanuli itu dikhawatirkan berdampak ikut mengeringnya ratusan hektar areal ladang dan sawah yang ada di lereng Dolok Imun.

Sementara itu, Sihombing, pengawas operasional dari PT Inhutani saat dihubungi awak media via selularnya terkait penghentian penyadapan getah pinus itu, tidak menjawab.

Editor: Mora