1 tahun lalu |5 Mei 2016 13:31 |1483 Pembaca

Mereka Masih Pakai Air Sungai untuk Minum, Masak & MCK‬

Foto: Sejumlah warga Desa Huta Raja Hasundutan, Sipoholon, Taput bercengkrama di sungai Aek Sibottar yang airnya masih dipakai untuk keperluan air minum, memasak dan MCK. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Bukan karena kemarau panjang, tapi untuk keperluan sehari-hari warga desa ini masih menggunakan air sungai.‬ Inilah potret kehidupan warga Dusun Sibottar, Desa Huta Raja Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput).

Warga yang tinggal di lereng Dolok Imun ini menggunakan air sungai Aek Bottar untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk memasak, mandi cuci kakus (MCK), bahkan untuk diminum. “Ya gimana lagi Pak, kalau tidak ke sungai ini, mau dari mana air bisa dapat. Bukan hanya untuk mandi, cuci dan kakus, air ini juga yang kami pakai untuk masak, termasuk diminum. Memang kami sangat membutuhkan adanya sarana air bersih di desa,” kata Oppung Hotnide Sigalingging, kepada awak media, Kamis (5/5).‬

Selama dipakai untuk air minum, sambung perempuan berumur 60 tahun itu, memang belum pernah ada warga desa yang keracunan. Namun belakangan mereka merasa khawatir. Sebab air sungai itu juga telah digunakan untuk pengairan sawah warga. “Kita takut bekas pupuk atau pestisida yang dipakai di sawah itu mencemari air sungai ini,” keluhnya.‬

Kepala Desa Huta Raja Hasundutan, Tarzan Situmeang, membenarkan sungai itu masih digunakan oleh warganya. Ada sekitar 70 kepala keluarga yang tergantung kepada sungai itu. Walau ‪bagi warga yang ekonominya mampu bisa membangun sumur pompa sendiri, tapi bagi yang tidak mampu terpaksa tetap menggunakan tampungan air hujan dan sungai itu.‬ “Karena sarana air bersih di desa kami ini memang belum ada,” ungkapnya.‬

Editor: Mora