1 tahun lalu |5 Mei 2016 14:43 |1291 Pembaca

‘Pasukan Kuning’ Sibolga Ricuh, Kejar Pengawas Dinas LHKP

Foto: Kerumunan para THL petugas kebersihan Dinas LHKP Kota Sibolga yang ricuh menuntut honornya, di TPA Aek Parombunan, Rabu (4/5) sore. Dok Ist/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Ratusan petugas kebersihan Dinas LHKP Kota Sibolga ricuh di kawasan TPA Aek Parombunan, Sibolga Selatan, Rabu (4/5) petang. ‘Pasukan Kuning’ itu berang menuntut pembayaran beberapa bulan gaji yang masih ditunggak.

Adalah Barus Siahaan, pengawas lapangan petugas kebersihan yang juga menjabat kepala seksi di dinas anti sampah tersebut yang kemudian menjadi sasaran emosi para tenaga harian lepas (THL) itu.

Awalnya mereka memang sengaja datang ke TPA untuk menemui Barus Siahaan guna menagih tunggakan beberapa bulan gaji. Ada yang mengaku sudah dirumahkan,  tapi belum menerima 3 bulan gajinya semasa masih aktif bekerja.

Seperti diungkapkan ‪Elida Br Simanjuntak, petugas kebersihan yang telah mengabdi selama 3 tahun. Ia mengaku tiba-tiba saja dirumahkan pada bulan Maret lalu sementara gajinya belum diberikan. Kedatangannya ke lokasi hanya untuk meminta tunggakan gajinya itu.‬  

‪”Saya sudah dirumahkan pada bulan Maret yang lalu tanpa ada kejelasan alasannya kenapa, padahal saya sudah kerja selama 3 tahun 10 bulan jadi petugas kebersihan. Saya hanya minta hak saya, saya sudah mulai pagi di sini, tapi sampai sore gaji kami itu belum juga diberikan. Tadi kata petugasnya akan membayar gaji kepada para THL yang telah dirumahkan, tapi kenyataan petugasnya malah lari, makanya kami emosi,” kata Elida.‬

Pak Pengawas Dikejar saat Kabur Diam-diam

Barus Siahaan sendiri tadinya berusaha menenangkan kerumunan para THL itu. Mereka kemudian sempat berdialog di salah satu warung yang ada di sekitar kawasan itu. Tapi karena tidak ada kepastian soal pembayaran gaji, Barus Siahaan malah jadi sasaran emosi para ‘Pahlawan Adipura’ tersebut. Mereka terus mendesak dan mengejar Barus Siahaan.

Bahkan kemudian sempat terjadi kericuhan dan perkelahian antar sesama THL.‬ Kericuhan itu bermula saat pemilik warung tadi melarang para THL membuat keributan di warungnya.‬ “Kalau mau ribut jangan di sini, ini tanah saya, ini tempat cari makan, pergi kalian semuanya dari sini,”  teriak si pemilik warung itu.

Diteriaki seperti itu, para THL yang lain malah balik emosi. Mereka makin panas kepala apalagi karena mengetahui Barus Siahaan masih berada di dalam warung itu. Mereka pun menungguinya keluar.

Rina Gunawan Gulo (27) salah satu petugas penyapu jalan yang tetap bertahan di areal warung itu tampak terus mengoceh meminta Barus Siahaan membayarkan gajinya. Tak senang dengan ocehan Rina, pemilik warung kembali bereaksi. Ia menjumpai Rina dengan maksud menyuruh Rina untuk diam dan pergi, tapi keduanya malah saling beradu argumen hingga bertengkar fisik.‬

Suami Rina, Dema Zisokhi Hulu yang juga petugas pembabat rumput, kemudian berusaha untuk membela istrinya dalam perkelahian itu. Tapi Dema yang malah jadi bulan-bulanan rekan-rekannya THL yang lain. Dema dipukuli dengan membabi-buta.

Keributan sesama THL itulah yang kemudian dimanfaatkan Barus Siahaan untuk kabur. Begitu ada kesempatan, dia kabur dari lokasi dengan dibonceng pakai sepedamotor oleh seorang staf Kantor Dinas LHKP. Melihat Barus Siahaan kabur, para THL berusaha mengejarnya sambil meneriakinya.

“Barus jangan lari kau, harus kau pertanggungjawabkan ini semua,” teriak mereka mengumpatinya, sementara sepedamotor yang membawa Barus terus melaju meninggalkan lokasi.

Didamaikan di Mapolsek Sibolga Selatan

Setelah keributan sesama THL itu mereda, Dema dan istrinya yang merasa menjadi korban pengeroyokan lantas mengadu ke Polsek Sibolga Selatan.‬ ‪Petugas kepolisian kemudian turun ke lokasi membubarkan kerumunan para THL yang masih bertahan menunggu pembayaran gaji mereka.‬

Ketika ditanyai oleh wartawan, para THL kembali menyatakan bahwa mereka hanya ingin meminta gajinya yang belum dibayarkan.‬ “Kami hanya meminta hak kami, meskipun kami tidak dipakai lagi, tapi kami hanya meminta gaji kami,” tandas mereka.

Petugas Polsek Sibolga Selatan kemudian memanggil pihak yang terlibat perkelahian itu. Setelah diberi pengarahan, mereka lalu didamaikan secara kekeluargaan dengan disaksikan kepala lingkungan setempat.

Kapolsek Sibolga Selatan AKP Suteja Atmaja sendiri menyayangkan tindakan para THL yang sebenarnya sama-sama menjadi korban. “Mereka sama-sama korban, tapi mereka yang saling bertengkar, ini akibat miss communication,” tutur Kapolsek.

Kapolsek kemudian meminta agar aspirasi para THL itu disampaikan secara santun. “Jangan seperti ini lagi. Kan bisa baik-baik mendatangi kantor dinas LHKP meminta keterangan. Kami siap membantu para THL menyampaikan tuntutannya ke dinas. Supaya ada solusi dari permasalahan ini,” ujar Kapolsek.‬

Editor: Mora