1 tahun lalu |6 Mei 2016 14:56 |2678 Pembaca

Penumpang Silangit-Jakarta Kecewa, Sriwijaya Air Tunda Penerbangan

Foto: Calon penumpang Sriwijaya Air mempertanyakan hal penundaan keberangkatan kepada petugas maskapai di Bandara Silangit, Taput, Jumat (6/5). Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – ‪Belum sebulan beroperasi, layanan maskapai penerbangan Sriwijaya Air sudah mengecewakan calon penumpangnya. Jadwal penerbangan hari ini Jumat (6/5), dengan nomor penerbangan EJ 11374757 Silangit-Jakarta,  hingga pukul 15.00 WIB masih ditunda. Padahal mestinya berangkat jam 10 tadi pagi.

Puluhan calon penumpang di Bandara Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara kecewa. Sebab penundaan penerbangan juga menggangu jadwal aktifitas mereka. “Penundaan keberangkatan terjadi hingga dua kali, pertama jam 12 tadi, kemudian infonya jam 16.30. Kalau begini rencana kita berantakan sudah,” ungkap P Sihombing.

Warga Desa Sitabo-tabo itu menerangkan, penundaan disampaikan pihak maskapi melalui pengumuman. Dinyatakan jadwal yang seharus jam 10 ditunda menjadi jam 12. “Melalui pengeras suara itu, kami dengar alasan penundaan karena adanya kesalahan teknis pesawat,  lampu pesawat ada yang tidak bisa dimatikan,” kata Sihombing.

Para penumpang tadinya masih bisa memaklumi penundaan menjadi pukul 12 itu. Tapi setelah petugas terkait kembali mengumumkan penundaan hingga pukul 16.30 WIB, calon penumpang mulai menggerutu. Itu artinya penundaan hingga 6 jam lebih. Pengumuman itu langsung disambut sorakan dan umpatan kekecewaan para penumpang.

“Alasan penundaan kemudian berubah menjadi karena pesawatnya masih berada di Bengkulu menuju Jakarta. Lalu dari Jakarta pesawatnya baru terbang ke Bandara Silangit. Pesawat itu nanti yang kemudian akan membawa penumpang ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta,” terang Sihombing lagi.

Sementara itu Vice Commercial Sriwijaya Air, Hasudungan Pandiangan, ketika dihubungi via selular terkait penundaan keberangkatan itu tidak menjawab. Hal yang sama ketika dicoba konfirmasi kepada Kepala Bandara Silangit, Hotasi Manalu, juga tidak menjawab. ‬

Editor: Mora