1 tahun lalu |6 Mei 2016 16:20 |1456 Pembaca

Oknum TNI Pukuli Satpam dan Juru Parkir RSUD Gunungsitoli

Foto: Petugas Satpam RSUD Kota Gunungsitoli, Junimanto Lase yang jadi korban penganiayaan oknum anggota TNI. AL/ST

GUNUNGSITOLI, SUARATAPANULI.COM – Junimanto Lase dan Sofumano Laoli, petugas satpam RSUD Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, mengaku telah dianiaya oleh seorang oknum anggota TNI pada Kamis (5/5) sore. Nasib serupa juga dialami Buala Zebua dan Elisaba Zebua, juru parkir di rumahsakit itu. Pelakunya disebut-sebut berinisial Serda SW, oknum anggota salah satu satuan pasukan elit yang kemudian diamankan oleh Sub DenPom 1/2 – 5 Nias.

Koordinator Satpam RSUD Kota Gunungsitoli Martin Markus Zebua yang ditemui usai kejadian mengungkapkan, aksi penganiayaan terhadap keempat korban bermula dari pertengkaran antara istri pelaku dengan satpam dan tukang parkir pada Rabu (4/5) kemarin.

Dimana saat itu istri Serda SW yang menjaga anaknya di rumahsakit ditegur oleh satpam karena sering keluar masuk halaman RSUD tapi tidak memarkirkan sepedamotornya dengan benar di tempat seharusnya. Akibat teguran itu, istri pelaku tersinggung dan sempat terjadi pertengkaran dengan satpam dan petugas parkir.

“Bagaimana ibu itu tidak kita tegur, dia keluar masuk RSUD tanpa memarkirkan sepedamotornya di tempat parkir yang disediakan. Dia langsung membawa sepedamotornya ke belakang RSUD, sehingga kami harus bolak-balik mengangkat portal setiap kali dia keluar masuk,” terang Martin.

Tapi keributan hari itu telah didamaikan Martin di rumahsakit. Istri pelaku dan satpam serta tukang parkir tersebut sudah saling berjabat tangan maaf memaafkan. “Sebenarnya sudah damai semalam itu. Mereka saling salaman dan sudah saling memaafkan,” ujar Martin lagi.

Sementara korban Junimanto Lase mengaku tidak tahu mengapa tiba-tiba ia dipukuli oleh oknum tersebut. Bahkan ia bersama rekannya yang lain juga diancam pakai pistol. Untung saja mereka bisa lolos, karena masyarakat yang menyaksikan kejadian itu balik menyudutkan pelaku. “Karena masyarakat yang melihat juga tidak terima kami dipukuli dan diancam, pelaku saat itu sempat kabur ke belakang rumahsakit,” katanya.

Junimanto mengaku mengalami luka di tangan kanan, memar dan sakit di selangkangan kakinya akibat ditendang serta di sekujur tubuhnya akibat dipukuli.

“Kami dipukuli tanpa ada pembicaraan sebelumnya. Tiba-tiba tidak ada angin dan hujan dia datang dan memukuli kami saat sedang berjaga di halaman rumahsakit. Informasi yang kami dengar, dia itu personil TNI berinisial Serda SW,” terang Junimanto.

Hingga kini pihak Sub DenPom 1/2 – 5 Nias belum bisa memberikan keterangan terkait diamankannya pelaku. Namun pihak DenPom mengakui bahwa pelaku sudah ditahan di sel tahanan mereka untuk penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Mora