1 tahun lalu |9 Mei 2016 15:01 |1244 Pembaca

Susu Kerbau Humbahas Rendah Kolesterol

Foto: Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor bersama rombongan saat meninjau peternakan kerbau tradisional warga di Nagasaribu IV dan Siharjulu, Kecamatan Lintongnihuta. Dok Humas/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Susu kerbau asal Desa Nagasaribu IV dan Desa Siharjulu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas diyakini rendah kolesterol. Sebab tergolong jenis kerbau lumpur.

Hal itu diutarakan Kadis Peternakan dan Perikanan daerah setempat Kaminton Hutasoit saat mendampingi Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE meninjau peternak di desa itu, kemarin.

“Susu kerbau dari desa ini termasuk non kolesterol, karena kerbau lumpur,” kata Kaminton saat berdialog dengan para peternak.

Kaminton juga menyebutkan, ada 14 ekor kerbau di desa itu yang telah lahir melalui inseminasi buatan. Ada sekitar 25 persen warga kedua desa itu yang merupakan peternak penghasil susu kerbau. Demi meningkatkan produksi susu khas itu, pihak dinas peternakan dan perikanan setempat akan siapkan bibit rumput gratis kepada peternak di desa ini.

Diungkapkannya juga, kerbau betina di kabupaten itu masih langka, karena itu pemerintah daerah berharap agar peternak tidak sembarangan menjualnya. Jika terpaksa harus dijual pun, Kaminton berharap agar kepada dinasnya saja. “Kami akan beli dengan harga yang tinggi,” katanya.

Mantan kadis Pertanian itu juga menjelaskan, ada 5 prinsip kesrawan (kesejahteraan hewan). Yaitu bebas dari rasa lapar, haus dan malnutrisi. Bebas dari rasa tidak nyaman fisik dan suhu udara. Bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit. Bebas dari rasa takut dan tertekan dan bebas untuk menampilkan perilaku alaminya. Kesejahteraan hewan tidak sekedar isu “peduli amat”. “Jika tidak peduli kesejahteraan hewan, kita tidak dapat mencapai standar yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar yang semakin berkembang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Dosmar Banjarnahor menjawab harapan warga peternak terkait program pengembangan dan peningkatan usaha peternakan kerbau di kedua desa itu. Bupati sepakat, untuk pengembangan harus disiapkan rumput sebagai makanan utama. “Untuk apa kerbau dipelihara kalau tak ada rumput. Kita hijaukan dulu kampung ini” kata Dosmar.

Bupati menambahkan, bila pakan sudah tersedia, maka pemerintah akan memberikan bantuan ternak kerbau. Tapi jangan dijual. Kerbau itu juga perlu dijaga dan dibuat kandangnya agar jangan hilang. “Ke depan, bila masyarakat sangat serius dalam beternak kerbau, maka Humbahas akan menjadi daerah penghasil susu kerbau di Sumatera Utara,” pungkas Bupati. (rel)

Editor: Mora