1 tahun lalu |9 Mei 2016 18:08 |1486 Pembaca

Sempitnya Jalan ke Lembah Kelahiran Sisingamangaraja

Foto: Lembah Baktiraja, Bakkara, Humbahas, tanah kelahiran Raja Sisingamangaraja, dari pintu masuk Jalan Sirogos-Sosorgonting Doloksanggul. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Pengunjung mengeluhkan kondisi jalan ke objek wisata lembah kelahiran Sisingamangaraja di Kecamatan Baktiraja, Bakara, Humbahas yang terlalu sempit. Padahal tak sedikit wisatawan yang datang dengan berkendara ke kawasan yang menyajikan wisata pantai danau, pegunungan, pemandian hingga situs sejarah itu.

Ukuran lebar jalannya terlalu sempit untuk dua jalur mobil pribadi. Padahal jalan itu selalu ramai pengendara saat akhir pekan dan musim liburan. “Sayang ya, padahal objek wisatanya sangat bagus, tapi akesnya yang kurang representatif. Padahal wilayah ini banyak menyajikan tempat wisata alam dan peninggalan sejarah Raja Sisingamangaraja ke-I hingga ke-XII,” kata Edison Sirait dan Andi Napitupulu, wisatawan lokal, Minggu (8/5).

Serupa diungkapkan Pdt J Ginting MTh, juga wisatawan yang menyatakan objek wisata di tanah kelahiran pahlawan nasional itu perlu dibenahi, terutama akses jalannya agar diperlebar. Ia berharap pemerintah atau pengelola wisata pemandian air panas di kawasan itu dapat memperhatikan aspek keselamatan pengunjung saat di perjalanan.

“Jalan wisata ini terlalu sempit, hanya cukup dilintasi dua kendaraan kecil atau mini bus saja, padahal potensi wisata sangat bagus, makanya perlu didukung dengan jalan yang lebar agar pengunjung merasa aman di perjalanan. Kalau jalannya lebar bagus, dipasang rambu-rambu, lampu penerangan, pastinya pengunjung yang datang merasa nyaman selama di perjalanan,” usulnya.

Arifin Bakkara, warga setempat, mengakui memang banyak para pengunjung yang mengeluhkan akses jalan tesebut. Bahkan katanya arus lalu lintas di daerah itu sering macet terutama di tikungan, akibat jalannya yang sempit membuat kendaraan tidak leluasa berpapasan. “Jalannya kecil, sedangkan kendaraan yang datang banyak, makanya sering macet,” ujar Bakkara.

Editor: Mora