1 tahun lalu |9 Mei 2016 22:09 |714 Pembaca

Wabup Humbahas: Guru Dituntut Kreatif Bina Karakter Siswa

Foto: Wabup Humbahas Saut P Simamora didampingi Kadisdik Wisler Sianturi saat meninjau UN, Senin (9/5). Oka/ST

 

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Wakil Bupati Humbahas Saut P Simamora menyatakan peran guru sangat besar dalam pembentukan karakter dan pola pikir siswa pada masa pertumbuhannya. Bukan secara teori saja, tapi juga praktek untuk diamalkan di kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya bidang teori saja, termasuk karakter dan pola pikir anak didik sangat penting untuk dibina dan ditumbuh kembangkan, sehingga mampu mengenal siapa dirinya. Di situlah tumbuh integritas, baik selanjutnya di tingkat lebih tinggi, sampai pada lingkungan kerja nantinya. Hal itu juga tidak terlepas dari disiplin dan kebersihan lingkungan rumah tempat tinggal dan lingkungan belajar di sekolah. Lingkungan belajar yang bersih akan membuat pola pikir dan karakter yang bersih. Beberapa sekolah yang sebelumnya kurang memperhatikan kebersihan dan penataan lingkungan, saatnya pola pikir tesebut dibuang jauh-jauh,” papar Saut saat meninjau pelaksanaan UN SMP sederajad di SMP Negeri 1 Doloksanggul, Senin (9/5).

Menurutnya, UN sendiri merupakan penguatan pendidikan dalam mencapai proses pembelajaran, termasuk persiapan pembelajaran ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu diharapkan emua guru agar memberikan perhatian yang lebih serius kepada siswa peserta UN.

“Peran tenaga pengajar dituntut kebih kreatif bagaimana pembelajaran tersebut dibuat lebih menarik, dengan membuat alat peraga sederhana dan berkesinambungan, dan siswa harus lebih diarahkan kepada praktek di lapangan setelah mempelajari teorinya. Saya kira semua sudah ada teknis pelaksanaannya,” tambahnya.

Hadir 100 Persen, Tiap Sekolah Dijaga 1 Polisi

Hari pertama UN SMP/MTs di Humbahas berjalan lancar. Baik pendistribusian naskah soal, hingga peserta ujian sebanyak 4.624 siswa hadir tepat waktu. “Hari ini siswa hadir semua mengikuti UN. Demikian juga pendestribusian logistik keperluan UN tidak ada kendala. Sedangkan untuk pengamanan, tiap sekolah dijaga 1 personil polisi,” terang Kadis Pendidikan Humbahas Wisler Sianturi.

UN kali ini dilaksanakan dengan sistem PBT (Paper Basic Test). Peserta dan pengawas mengutamakan integritas. “Tidak perlu takut gagal, sebab kelulusan tidak mutlak dari hasil UN, melainkan oleh satuan pendidikan yang ditetapkan melalui rapat dewan guru. Ini hanyalah sebagai alat pemetaan dalam memperbaiki kelemahan-kelemahan di segala lini untuk penguatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Jika siswa memperoleh nilai kategori kurang, siswa diberi kesempatan untuk mengikuti UN perbaikan,” paparnya.

Editor: Mora