1 tahun lalu |9 Mei 2016 23:24 |1895 Pembaca

Angin Kencang Terpa Doloksanggul, Atap Belasan Rumah Diterbangkan

Foto: Warga korban angin kencang di Tapanuli Utara, baru-baru ini, mengumpulkan seng atap rumah mereka. Peristiwa serupa menerpa Desa Saitnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Senin (9/5) malam. dok/st

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM –  Belasan rumah warga Desa Saitnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, rusak diterpa angin kencang, Senin (9/5) petang. Meski tidak ada korban jiwa, tapi atap seng rumah warga lepas dan berterbangan terbawa angin. Kerugian materi ditaksir puluhan juta rupiah.

Selain rumah warga, gedung SD Inpres 175781 Saitnihuta juga menjadi sasaran angin yang menyerupai angin tornado itu. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi berbarengan dengan turunnya hujan deras. “Tiba-tiba saja ada angin kencang hingga menerbangkan atap seng rumah kami, bahkan ada yang sampai hilang diterbangkan. Kami ketakutan, ada yang sampai menjerit-jerit histeris,” tutur warga Carlos Simamora.

Digambarkannya, angin kencang berhembus dan berputar-putar di sekitar rumahnya. Kejadiannya berlangsung hanya hitungan menit. Dan mereka sekeluarga nekad keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu Kapolsek Doloksanggul AKP Bazoka Siburian menyampaikan pihaknya masih fokus membantu warga yang menjadi korban sambil mendata kerusakan material. Sedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbahas Tumbur Hutagaol belum bisa dikonfirmasi. Demikian juga dengan Camat Doloksanggul belum memberi keterangan resmi.

Berikut data belasan rumah yang diterjang puting beliung itu yakni rumah milik Jumpang Sitinjak dengan kerusakan atap seng, asbes, kerugian sekitar Rp6 juta. Japaiman Marbun dengan kerusakan atap, seng, asbes dan kayu pondasi, total kerugian sekitar Rp10 juta. Sumurung Purba dengan kerusakan atap seng dan kayu pondasi, diperkirakan mengalami kerugian materil sebesar Rp20 juta.

Lalu, Herton Simanullang dengan kerusakan atap seng dan badan rumah, dengan kerugian Rp20 juta. Tunas Purba dengan kerusakan atap seng, kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta. Aman Silaban dengan kerusakan atap seng, dengan kerigian Rp6 juta. Tohap Silaban dengan kerusakan atap seng, kerugian Rp6 juta. Tomson Simamora dengan kerusakan seng sebanyak 20 lembar, kerugian mencapai Rp3 juta, dan SD Inpres 175781 Saitnihuta, dengan kerusakan seng 5 lembar kerugian mencapi Rp500 ribu.

Editor: Mora