1 tahun lalu |11 Mei 2016 13:33 |1132 Pembaca

Kasus Dugaan Ipal Syarfi, Tunggu Saksi Ahli dari Kemendikbud

Foto: Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi (kiri) dan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk di salah satu gelaran kegiatan, beberapa waktu lalu. Ist/Dok
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM –  Kasus dugaan ijazah palsu (ipal) Syarfi Hutauruk terus bergulir. Pihak Polres Sibolga secara estafet terus melakukan pemeriksaan surat pengganti ijazah milik Walikota Sibolga itu. Penyidik saat ini menunggu saksi ahli dari Kemendikbud RI.
Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi yang dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan.
“Kami terus melakukan penyelidikan, mulai dari saksi-saksi dan kepala sekolah Syarfi yang ada di Sorkam. Demikian juga pemeriksaan ke Dinas Pendidikan Tapteng. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai saksi ahli. Jadi surat sudah kami kirimkan 2 minggu yang lalu ke kementerian di Jakarta, dan sekarang kami menunggu balasan surat tersebut,” jawabnya.
Perwira berpangkat melati dua itu menambahkan, upaya itu dilakukan untuk mengetahui apakah surat pengganti ijazah yang rusak milik Syarfi Hutauruk itu sah atau tidak.
“Untuk menyatakan apakah itu sah atau tidak, maka dibutuhkan saksi ahli, dan sesuai dengan mekanisme, Kemendikbudlah yang menjadi saksi ahli. Makanya kami menyurati mereka, dan sekarang menunggu balasan dari mereka,” tandasnya. 
Ketika ditanya apa hasil pemeriksaan dari saksi-saksi, menurut Kapolres itu akan diungkapkan nanti pada persidangan. “Tidak etis hasil pemeriksaan atau BAP kami sampaikan. Itu nanti akan disampaikan di persidangan. Jadi silahkan nanti diikuti sidangnya, karena nanti akan terungkap di sana semuanya. Dan saya tegaskan kembali, agar masyarakat bersabar karena kami terus bekerja dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” tegasnya.

Terkait dengan kasus ini, warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pencari Keadilan (KMPK) pernah berdemo ke Mapolres Sibolga. Mereka meminta polisi memeriksa Syarfi Hutauruk.

Rudolf Siagian selaku koordinator aksi mengatakan, kehadiran mereka untuk mendukung kinerja polisi dalam pengusutan dugaan ipal tersebut.

“Kami siap mengawal kinerja polres dalam pengusutan surat keterangan pengganti ijazah yang diduga palsu itu, pasca putusan pra pidana oleh PN Sibolga,” ujarnya saat aksi.

Editor: Mora