1 tahun lalu |11 Mei 2016 15:12 |1878 Pembaca

Ikan Sale dari Danau Siais Tapsel, Yummy!

Foto: Proses pengasapan ikan sale dari Danau Siais, Tapsel, Sumut yang lezat di lidah. DD/ST
TAPSEL, SUARATAPANULI.COM – Selain terkenal dengan keindahannya, Danau Siais di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) juga juga penghasil ikan bahan baku pembuatan penganan ikan sale yang yummy (baca lezat).‬ Seperti apa proses pembuatannya?
Ikan sale bisa disebut ikan asap. Karena proses pembuatannya yang dipanggang dengan cara diasapi hingga mengering. Sudah turun temurun, warga yang bermukim di sekitar danau itu ahli membuatnya. Salah satunya di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

“Saya sudah 12 tahun membuat ikan sale dari danau ini,” kata Gembira Nasution, salah satu warga pembuat ikan sale.

Dengan perahu kayunya, pagi harinya Gembira lebih dulu berangkat menjala ikan ke danau itu. Ikan gabus, lele, lampang, dan mujahir yang didapatnya kemudian dibersihkan sisiknya dan dibelah. “Sebelum disusun untuk diasapi selama 5 jam, ikan kita bersihkan dan dibelah dulu,” kata ayah 5 anak itu.

Seluruh proses pengasapan itu dilakukan secara tradisional dan tanpa bahan pengawet apapun. Ikan kemudian diletakkan pada tungku besi yang berjarak sekitar 1 meter dari kayu bakar yang menyala seadanya di bawahnya. “Jangan terlalu dekat dengan perapiannya. Makanya harus sabar sampai sekitar 5 jam diasapi. Sesudah struktur dagingnya menghitam dan mengering, baru bisa diambil,” ujarnya lagi.

Snapshot - 1

Biasanya, Gembira menjual ikan sale buatannya seharga Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram.‬ Setiap hari ia bisa membuat 3-4 kilogram. Ikan asap ini pun awet hingga beberapa hari. “Biarpun skala kecil, tapi hasil penjualannya bisa menopang ekonomi keluarga,” kata Gembira.

Pengolahan ikan sale ini tak cukup sampai di situ saja. Salah satu bahan penganan tradisional khas Tapanuli itu bisa disambal atau pun digulai. Selain sebagai oleh-oleh, penganan olahan itu sering dijadikan santapan khas untuk hajatan khusus yang bernuansa adat bagi masyarakat daerah tersebut.

Editor: Mora