2 tahun lalu |24 Maret 2016 07:34 |1905 Pembaca

Ziarah Makam, Tradisi Jelang Paskah di Tarutung

Keluarga Benni Tobing saat membersihkan makam keluarga di Desa Parbubu, Tarutung, Kamis (24/3). Buea/Suaratapanuli.com

TAPUT,  SUARATAPANULI.COM- Menjelang Perayaan Pasca, umat Nasrani di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) ramai-ramai berziarah ke makam keluarga masing-masing. Ada yang membersihkan, mengecat ataupun merenovasi makam.

“Kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat di sana. Biasanya dilakukan pada hari Rabu dan Kamis sebelum Jumat Agung,” jelas Benni Tobing warga Parbubu, Kamis (24/3) .

“Kita pergi ke makam orangtua, kerabat atau leluhur yang telah mendahului kita, menabur bunga lalu memanjatkan doa pada Tuhan agar arwah mereka diterima di sisiNya,” ungkap Benni.

Menurutnya ziarah ke makam keluarga pada saat perayaan Paskah memberi makna tersendiri.  “Saat-saat seperti ini kita mengenang kembali anggota keluarga semasa hidup,” ucapnya.

Senada dinyatakan Loksa Situmeang, warga lainnya, kegiatan ini merupakan tradisi yang selalu ditunggu warga, karena biasanya sejumlah keluarga yang jauh sengaja pulang kampung dan datang pada saat momen ini.

“Tradisi ziarah kubur ini selalu rutin kami lakukan, meski ziarah dapat dilakukan kapan pun. Tapi, kalau momen paskah selalu ada keluarga yang berziarah ke makam orangtua dan leluhur,” ucapnya.

Doa kepada mereka yang telah meninggal memang dapat dilakukan di mana saja. Dalam artian tidak harus mendatangi makam, tapi kehadiran di makam kesannya lebih dalam.

Editor: Marihot Simamora