1 tahun lalu |12 Mei 2016 13:28 |1339 Pembaca

Dendam, Roy Sudah Rencanakan Bunuh Dosen‪nya Nurain Lubis

Foto: Adegan pra rekonstruksi pembunuhan dosen UMSU Medan Nurain Lubis oleh mahasiswanya Roymardo Sah Siregar, di Mapolresta Medan, kemarin. Dd/ST

MEDAN, SUARATAPANULI.COM – Satreksrim Polresta Medan menggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan Nurain Lubis (63), Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang ditusuk hingga tewas oleh mahasiswanya sendiri, pada Senin (2/5) lalu. Terungkap bahwa pelaku Roymardo Sah Siregar (21), warga Jalan Merdeka Gang Madrasah, Kayu Ombun, Kecamatan Padangsidimpuan, Kota Padangsidimpuan, itu memang merencanakan perbuatannya.

Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin melalui Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono mengatakan, pra rekontruksi guna mendapatkan gambaran seperti apa persisnya peristiwa yang terjadi di Kampus UMSU di Jalan Mukhtar Basri Medan. Itu juga prosedur pengumpulan alat bukti dalam penyidikan dan bahan pememenuhan berkas yang diperlukan jaksa penuntut.

“Alat bukti yang kami kumpulkan baik itu keterangan saksi atau pun alat bukti lain kami rangkum hari ini, sehingga ada gambaran bagi penyidik untuk menyempurnakan berkas perkara, untuk dikirim ke jaksa,” jelas Aldi kepada wartawan di Mapolresta Medan.

Dari 29 adegan yang diperagakan, terungkap bahwa pelaku memang sudah merencanakan aksinya itu. Awalnya pelaku sudah menyiapkan pisau serta martil yang disimpannya di bawah jok sepedamotornya.

Roy yang dikenal baik dan pendiam itu mengakui pada Senin (2/5) sekitar pukul 08.00 WIB ia terbangun dari tidurnya di rumah kontrakannya di Jalan Tuasan, Kota Medan. Sebelum berangkat ke kampus, Roy mempersiapkan pisau dan martil.

Selanjutnya ia berangkat ke kampus sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba di kampus, Roy memarkirkan sepedamotornya lalu jalan ke Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Lantai 4 untuk mengikuti mata kuliah hukum dagang. Namun karena dosen yang mengajar tidak datang, sekitar pukul 14.15 WIB, ia keluar dari ruangan kuliah dan menuju parkiran.

Kemudian Roy mengambil pisau dan martil yang sudah disiapkannya tadi. Pisau itu disimpannya di saku celananya. Dari parkiran, Roy kembali ke Gedung FKIP dan duduk di depan ruang biro di lantai I. Tiba-tiba ia melihat Nurain Lubis keluar dari ruangan dosen dan berjalan menuju arah kamar mandi. Roy lantas mengikuti korban dan ikut masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya. Selanjutnya, sekitar 2 menit menunggu korban di depan pintu kamar mandi wanita, begitu korban keluar, tersangka langsung mengambil pisau yang sudah dipersiapkannya dan menikamkannya ke bagian leher korban secara berulang-ulang, sebanyak 10 kali dan juga mengenai bagian kening dan tangan kiri korban.

Melihat korban tidak berdaya dan terjatuh di lantai kamar mandi, tersangka sempat hendak mengeluarkan martil yang dibawanya. Tapi tiba-tiba pintu kamar mandi didobrak oleh petugas kampus yang merasa curiga. Mengetahui itu, tersangka langsung lari keluar dan selanjutnya bersembunyi di kamar mandi Fakultas Ekonomi. Hingga akhirnya tersangka yang sempat dimassa oleh mahasiswa lainnya, berhasil diselamatkan petugas kepolisian dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Medan.

Roy sendiri mengakui niat menghabisi nyawa dosennya itu sudah lama terlintas dibenaknya. “Tersangka sudah lama kesal kepada korban, karena sering dimarahi akibat kurang patuh (disiplin),” tukas Kasat.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pelaku yang merupakan mahasiswa FKIP semester VI itu membunuh korban karena sakit hati dan dendam. Dia mengaku sering dimarahi. Dendamnya membara sejak sebulan sebelum kejadian. Katanya, korban selalu memarahinya saat kuliah di ruangan. Korban juga sering mengancam akan memberi nilai jelek kepadanya, karena tidak serius mengikuti mata kuliah dari korban.

Roy dijerat dengan pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan hukuman mati. Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepedamotor jenis Honda Supra-X hitam BK 2174 UL, 1 bilah pisau bergagang kayu dan sarungnya, 1 jaket hitam, 1 topi warna biru, dan 1 buah martil.

Editor: Mora