1 tahun lalu |13 Mei 2016 00:22 |1073 Pembaca

Kasus KUBe Sibolga Bak Bola Salju

Foto: Eddy Suriyanto (bertopi) dari Bara JP saat mendengarkan keluhan warga Kota Sibolga soal bantuan KUBe. Fredes/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Aspirasi tahun 2015 terendus hampir di seluruh kelurahan di Kota Sibolga. Bak gelindingan bola salju yang bertambah besar, warga yang kecewa satu per satu angkat berbicara setelah masalah ini gencar diberitakan media.

Awalnya masalah KUBe mencuat dari Kelurahan Kota Beringin, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kelurahan Pancuran Pinang, Kelurahan Aek Habil dan Kelurahan Aek Parombunan. Dimana dana yang diterima anggota kelompok penerima tidak utuh jumlahnya. Dan ada dugaan terjadi manipulasi data kelompok penerima.

Tapi kemudian masalah serupa juga didapati terjadi di Kelurahan Pancuran Dewa, Kelurahan Pancuran Bambu, dan Kelurahan Aek Manis.

Seperti diungkapkan Epi, warga Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Katanya dana yang seharusnya Rp2 juta diterima per anggota kelompok, tapi yang diberikan hanya Rp1 juta.

“Cuma cair Rp1 juta. Padahal saat sosialisasi katanya cair Rp2 juta, tak ada pemotongan. Nyatanya dipotong sampai setengah. Alasannya ada pemotongan dari dinas (Dinsosnaker Kota Sibolga). Kalau ksmi melawan, tahun depan kami tak didaftarkan lagi sebagai penerima KUBe,” ungkap Epi, Kamis (12/5).

Sempat Dikutip Uang, Tapi Tak Dapat KUBe

Lain pula yang diungkapkan Eni, juga warga Kelurahan Pancuran Dewa. Dia mengaku hingga kini belum menerima bantuan itu. Padahal mereka dari Kelompok Mawar sempat dikutip uang Rp30 ribu per orang, oleh ketua kelompoknya.

“Awalnya kami disuruh kumpul, katanya KUBe mau keluar tahun 2015. Kami dimintai data. Kami sudah berikan KTP, KK, bahkan buka rekening. Lalu wajib bayar Rp30 ribu. Tapi sampai sekarang gak cair juga,” ungkapnya.

Mereka mau memberikan uang itu karena dijanjikan akan segera menerima bantuan. Namun nyatanya bantuan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung cair. “Siapa yang menolak uang cuma-cuma, dari pada meminjam, makanya kami mau memberikan uang kutipan itu. Waktu kami tanya koordinatornya, alasannya katanya karena sekarang Gatot (mantan Gubernur Sumut) lagi bermasalah di atas, makanya gak cair,” ungkapnya.

Warga berharap agar dinas terkait juga ikut bertanggungjawab atas polemik KUBe ini. Mereka pum meminta agar penyaluran bantuan itu lebih tepat sasaran. Sebab sejumlah penerima merupakan warga yang terbilang ekonomi mampu. Sementara warga miskin yang layak menerimanya justru diabaikan.

Bara JP Siap Tampung Pengaduan Warga

Sementara itu, Eddy Suriyanto dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menghimbau warga yang menjadi anggota KUBe tapi tidak menerima dana yang sesuai agar mengadu ke posko pengaduan yang dibuka pihaknya.

“Silahkan hubungi nomor kontak Bara JP 085206951133. Jangan takut untuk melaporkannya, agar kasus KUBe ini bisa kita tuntaskan,” imbau Eddy yang akrab disapa Bang Edo.

Bang Edo juga mendorong DRPD Kota Sibolga dan pihak penegak hukum ikut mengusut dugaan penyelewengan dana bantuan dari Kementerian Sosial RI itu. Apalagi masalah ini sudah menjadi polemik yang meresahkan banyak warga kurang mampu. “Mohon DPRD Sibolga dan penegak hukum ayo bersama-sama mengungkit kasus KUBe ini,” pungkasnya.

Editor: Mora