1 tahun lalu |13 Mei 2016 12:02 |1521 Pembaca

Sistem Pendidikan Taput Harus Dievaluasi

Foto: Martua Situmorang.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) 2016 menjadi isu hangat dan perhatian netizen di media sosial. Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tidak masuk 10 besar di dalamnya. Itu memang bukan menjadi kesalahan pemerintah daerah setempat atau pun dinas pendidikannya.‬

“Maka jangan langsung dianggap itu suatu kegagalan. Produk pendidikan memerlukan proses, bahkan hasil proses tersebut bisa kita lihat 10 tahun kemudian,” ujar Ketua Parade Guru Taput Martua Situmorang menyikapinya, di Tarutung, Jumat (13/5).

Diuraikannya, kebijakan Pemkab Taput tahun lalu dengan menciptakan 27 sekolah menuju unggulan patut diapresiasi. “Inilah yang kita lihat 10 tahun ke depan, bukan instan. Saat ini tidak ada yang perlu disalahkan, karena pendidikan adalah proses,” paparnya.‬ 

Menurut Martua momen ini harus menjadi kesempatan dinas pendidikan melakukan evaluasi total. Baik terhadap seluruh elemen yang terkait, termasuk tenaga pengajar. “Tahun ajaran baru yakni Juli menjadi titik awal melangkah. Jangan ada lagi tekanan-tekanan terhadap guru. Motivasi guru-guru agar kreatif dan inovatif. Libatkan stakeholder sebagai pemberi masukan dan pengawasan eksternal,” imbaunya.‬ 

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Taput Jan Piter Lumbantoruan mengatakan belum masuknya Taput sepuluh besar hasil IIUN 2016 harus dijadikan sebuah motivasi. “Dinas Pendidikan harus bisa mencari dimana kelemahan, kemudian evaluasi dan perbaiki,” katanya. 

Sementara itu, Kadis Pendidikan Taput Jamel Panjaitan ketika dihubungi via selular menyebutkan, sesuai hasil UN 2016 seluruh siswa SMA/SMK Taput lulus 100 persen.‬ 

Editor: Mora