1 tahun lalu |13 Mei 2016 14:45 |2177 Pembaca

Anak 9 Tahun Dianiaya Lalu Diperkosa di Tepi Sawah

Foto: Korban (berkerudung) didampingi ibunya saat ditemui wartawan di kediamannya. DD/ST
TAPSEL, SUARATAPANULI.COM – Kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Korban UN (9) diperkosa oleh orang tidak dikenal di areal persawahan di Jalinsum Desa Sibangkua, Kecamatan Angkola Barat, Senin (9/5) petang kemarin.
Ibu angkat korban, Hj Nurhalimah, menceritakan UN diperkosa di areal persawahan yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Saat itu korban disuruhnya mengambil daun kakao untuk obat. Saat sedang memetik daun kakao di pingir jalan, tiba-tiba datang seorang pria paruh baya yang tidak dikenal dengan mengendarai sepedamotor.
“Pelaku awalnya berpura-pura meminta tolong kepada anak saya untuk membacakan SMS di handphonenya. Pas dihampiri, laki-laki itu langsung memukul anak saya dua kali sampai terjatuh,” ujarnya sesuai yang diceritakan korban kepadanya.
Mendapati UN sudah tak berdaya untuk melawan, pelaku menyeretnya ke dekat jaringan irigasi di tepi sawah. Di situlah korban digagahi.
Usai melampiaskan nafsu bejadnya, tiba-tiba salah seorang warga yang hendak buang air besar melihat keneradaan pelaku bersama korban.
“Rupanya kemudian ada warga yang lihat. Si pelaku mau ditangkap, mereka sempat berkelahi, tapi pelaku lari ke persawahan. Dikejar gak dapat lagi. Sepedamotornya ditinggalkannya,” kata salah satu saksi mata, Ahmad Safi’i Nasution.
Sementara itu saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tanpa busana dan mengalami luka-luka di bagian wajah, serta di celana dalam korban tampak ada bercak darah.
Sedangkan sepedamotor tanpa plat yang dipakai pelaku dan barang bawaannya berupa bungkusan makanan ringan yang ditinggalkan pelaku kini diamankan polisi. Dari barang bukti itu, warga menduga pelaku merupakan seorang pedagang jajanan keliling.
Foto: Warga menunjukkan lokasi dimana korban UN digagahi pelaku yang masih diburu polisi. DD/ST Foto: Warga menunjukkan lokasi dimana korban UN digagahi pelaku yang masih diburu polisi. DD/ST

Ibu angkat korban menambahkan, UN kini masih trauma atas peristiwa yang dialaminya. Padahal kesehariannya ia sosok yang periang dan ceria. Tapi pasca kejadian ia berubah menjadi pendiam, dan sesekali berteriak-teriak tak terkendali.

“Kasusnya sudah kami laporkan ke Polres Tapsel pada Selasa 10 Mei kemarin. Anak saya sekarang masih trauma dan tidak mau keluar rumah.‬ Kami berharap polisi segera menangkap pelaku agar dihukum seberat-beratnya,” harap Hj Nurhalimah.

Editor: Mora