1 tahun lalu |13 Mei 2016 17:11 |1079 Pembaca

Harga Bawang Merah di Sibolga Naik 50 Persen

Foto: Bawang merah yang harganya sedang meroket hampir di seluruh pasar di Indonesia.
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Harga bawang merah di sejumlah pasar di Kota Sibolga ikut meroket seperti tren kenaikan secara nasional. Sejak dua pekan terakhir, harga merangkak naik hingga mencapai 50 persen.
“Sebelum terjadi kenaikan, harga bawang merah perkilogramnya hanya Rp30 ribu, tapi sekarang sudah Rp45 ribu,” jelas Maria Sihombing, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Nauli Sibolga, Jumat (13/5).

Menurutnya, kenaikkan harga itu tidak melulu karena momen menjelang bulan Ramadhan. Tetapi juga dipicu terbatasnya persediaan yang dimiliki para pedagang. Diakuinya dalam dua pekan terakhir pasokan bawang merah ke Pasar Sibolga memang sedikit berkurang. Padahal bawang merah merupakan bumbu dapur yang paling dicari ibu-ibu rumahtangga, selain cabai merah.

“Akibat naiknya harga, omzet penjualan kami juga sedikit mengalami penurunan. Karena pembeli ibu-ibu rumahtangga ada yang memilih menghemat uang belanjanya,” jelasnya.

Maria sendiri pernah mempertanyakan kondisi itu kepada toke (penyalur) yang biasa mendrop bawang merah ke para pedagang di pasar itu. Tapi toke menjawab karena saat ini panen sedang terganggu.

“Kata mereka panen petani bawang di daerah pemasok terganggu akibat cuaca yang tak menentu,” ujarnya.

Terpaksa Beli Bawang Bermutu Rendah

Naiknya harga bawang merah pun dikeluhkan para ibu rumahtangga. Sebab mereka wajib membutuhkannya untuk melengkapi cita rasa masakan. Padahal uang belanja terbatas. Beberapa dari mereka terpaksa mengurangi kuantitas pembelian. Ada juga yang memilih membeli bawang yang mutunya rendah dengan harga lebih murah.

“Untuk sementara beli sedikit, karena lagi mahal. Memang ada yang memilih beli bawang yang mutunya kurang bagusnya, karena lebih murah,” aku Zuraida, salah satu ibu rumahtangga.

Editor: Mora