1 tahun lalu |16 Mei 2016 08:03 |1199 Pembaca

Aek Sirahar Belum Bisa Dinormalisasi, Barus Banjir Lagi

Foto: Situasi banjir di Kecamatan Barus, Tapteng, akibat luapan sungai Aek Siharar, Minggu (15/5). Raymon/ST
TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Hujan deras yang menguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara sepanjang Minggu (15/5) menyebabkan Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus meluap lagi. Ratusan rumah warga di sedikitnya 7 tujuh desa dan kelurahan terendam banjir. Ketinggian airnya mencapai 1 meter.
Kondisi itu memaksa sejumlah warga desa, apalagi yang bermukim di bantaran sungai besar itu, untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kawasan yang terendam banjir diantaranya Ujung Batu, Bunga Tanjung, Pasar Baru, Kinali, Pasar Terendam, Kampung Mudik dan Padang Masiang.

Informasi yang dihimpun, banjir kian parah juga dipicu jebolnya tanggul di bantaran sungai. Tanggul yang sudah bolak-balik diperbaiki itu hancur lantaran terjangan arus air.

“Selain itu, banjir kali ini juga dikerenakan hujan sepanjang hari ini. Kalau ketinggian air bervariasi hingga 1 meteran,” kata Marudut Purba (42), warga setempat.

Selain pemukiman, air juga merendam kawasan perkantoran, sekolahan, areal sawah dan kebun, pasar tradisional, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Warga yang rumahnya terendam cukup tinggi memilih mengungsi sementara ke lokasi aman.

“Warga yang kena parah itu mengungsi ke kantor camat, kantor koramil, rumah ibadah dan ke rumah saudaranya yang aman. Sebagian lainnya ada yang berusaha menyelamatkan barang-barang rumahnya,” kata Akhiruddin, warga Desa Padang Masiang.

Sekretaris Camat Barus menyebutkan, ada puluhan kepala keluarga yang mengungsi. “Selain pemukiman warga, banjir juga merendam sekolahan, makanya dikhawatirkan pelaksanaan UN SD akan terganggu,” ujar Sekcam.

Editor: Mora