1 tahun lalu |16 Mei 2016 09:47 |1151 Pembaca

16 SD di Barus Terendam Banjir, UN Terpaksa Dipindahkan

Foto: Banjir Aek Sirahar yang merendam sebagian kawasan Kecamatan Barus, Tapteng, Minggu (15/5), juga berdampak pada terganggunya pelaksanaan US SD/MI, Senin (16/5). Dok/ST
TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Luapan Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (15/5) malam berdampak pada terganggunya pelaksanaan Ujian Nasional SD/MI sederajat, Senin (16/5). Ada sebanyak 16 sekolah yang terdampak. Sebagian di antaranya terpaksa memindahkan siswanya ke sekolah lain.

“Totalnya ada 16 sekolah yang kena banjir,” kata Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Barus, Romauli Sarumpaet, saat dihubungi Senin (16/5).

Sekolah itu diantaranya, SD Padang Masiang 1, SD Barus 2, SD Padang Masiang 2, MIN Barus, dan MIN NU Pasar Batu Grigis.

Romauli menambahkan, pelaksanaan UN tetap berjalan di semua sekolah yang terkena banjir. Yang banjirnya ringan, sekolah masih sempat membersihkan ruangan yang dipakai. Sedangkan yang terdampak parah, diambil kebijakan memindahkan siswanya ke sekolah lain yang aman.

“Untuk sekolah yang kena banjir, siswanya yang ikut ujian terpaksa dipindahkan ke sekolah lain. Total siswa yang dipindahkan seratusan orang,” tambah Romauli seraya menyebutkan sejak pagi tadi pihaknya tetap memonitor situasi lapangan.

Jadwal UN sendiri berlangsung hingga Rabu (18/5) lusa. Pada hari pertama dilaksanakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara banjir yang dikabarkan mencapai ketinggian hingga 1 meter itu sudah berangsur surut.

Editor: Mora