1 tahun lalu |18 Mei 2016 00:02 |1889 Pembaca

Bandang Luapan Aek Silang Sapu Lahan Pertanian di Baktiraja

Foto: Lahan pertanian yang dihantam banjir bandang luapan Sungai Aek Silang, di Baktiraja, Humbahas. Oka/ST
HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM –  Sedikitnya 18 hektar tanaman bawang merah dan padi petani di Desa Siunongunong Julu, Marbun, dan Tipang di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas rusak disapu banjir bandang, kemarin. Sembilan kepala keluarga juga diungsikan sementara karena dikhawatirkan ada banjir susulan.
Banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Aek Silang yang meluap. Luapan air sungai juga sampai ke pemukiman penduduk sekitarnya, serta merusak tanggul irigasi pertanian. 
Warga menyebutkan peristiwa banjir bandang itu baru pertama kalinya terjadi. Saat itu, sejumlah warga sedang berada di lahan pertanian mereka. Saat terdengar suara gemuruh luapan air, mereka panik dan hanya bisa pasrah.
“Air datang besar. Menghantam tanggul penahan sungai hingga jebol. Lalu merambat ke lahan pertanian. Kami sangat terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa, semua warga panik, tapi hanya bisa pasrah melihat tanaman bawang, padi, cabai, kacangnya disapu bersih,” jelas Derisman Manik, warga setempat.

Sementara itu Camat Baktiraja Demak Lumbantoruan menyebutkan, banjir dipicu curah hujan yang membuat Sungai Aek Silang tak mampu menampung limpahan air. Padahal, diakuinya bahwa tanaman pertanian milik warga yang menjadi korban itu siap untuk dipanen.

“Kerugian belum dihitung secara ril, tapi diperkirakan sementara mencapai ratusan juta rupiah. Korban jiwa tidak ada, hanya saja ada sebanyak 9 kepala keluarga di kawasan sungai diungsikan sementara, siapa tahu ada banjir susulan,” terang Camat Demak didampingi Sekcam Maringan Sinaga.

Keluarga yang diungsikan itu antara lain, Viktor Bakkara, Derisman Manik,Halasan Sinaga, Albert Banjarnahor, Rudianto Sitompul, Sondi Banjarnahor, Timbul Banjarnahor, Tariang Banjarnahor, dan Jatogu Banjarnahor.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbahas Tumbur Hutagaol yang dihubungi wartawan saat meninjau lokasi banjir bandang, Selasa (17/5), mengaku pihaknya langsung melakukan supervisi atas kejadian itu. Warga diimbau jangan panik saat menghadapi musibah banjir bandang. “Tapi harus tetap waspada,” ucap Tumbur.

Editor: Mora