1 tahun lalu |18 Mei 2016 14:26 |1273 Pembaca

Mencari Bibit Karateka Muda di Kepulauan Nias

Foto: Para Karateka Tako Karate-Do Cabang Nias. AL/ST
NIAS, SUARATAPANULI.COM – Sebanyak 120 karateka muda Tako Karate-Do Cabang Nias mengikuti ujian kenaikan sabuk. Mereka diharapkan mampu mengukir prestasi di tengah krisis bibit karateka di Kepulauan Nias.
“Sekarang bukan hanya Kota Gunungsitoli yang kekurangan bibit karateka, tetapi seluruh daerah di Kepulauan Nias. Semoga dengan adanya Tako Karatek-Do di Kota Gunungsitoli, akan muncul bibit-bibit baru yang bisa membawa harum nama¬† daerah, baik di tingkat Kepulauan Nias, provinsi¬† maupun nasional,” kata Kadispora Kota Gunungsitoli Pintar Zebua.

Ujian dilaksanakan di Aula Kamtibmas Polres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli. Tim Penilai diantaranya dari Tako Karate-Do Padangsidimpuan, Khoirul Harahap (Dan II Sabuk Hitam), Ilham Tanjung (Dan I Sabuk Hitam) dan Shon Piter Butarbutar (Kyu II Sabuk Coklat). Hadir juga Ketua Pencab Tako Karate-Do Indonesia Suwandy Gho.

Sementara itu Pelatih Tako Karate-Do Cabang Nias Bripda Fran Imanuel Butarbutar menyebutkan, ujian kyu ini untuk menguji kemampuan dan peyerapan teknik yang telah diajarkan. Peserta merupakan pelajar SD hingga mahasiswa. Mereka telah dibina selama 5 bulan di Dojo Polres Nias dalam menguasai teknik dasar karate, kata dan komite.

“Kami berharap Pemko Gunungsitoli mendukung aktifitas para pemuda di bidang olahraga dengan sesering mungkin mengirim atlet ke even daerah, provinsi maupun nasional. Supaya para karateka asal kota itu matang pengalaman, demi menumbuhkan mental dan jiwa sebagai petarung,” harap pemegang sabuk hitam itu.

Dalam melatih, Bripda Fran Imanuel Butarbutar dibantu oleh rekannya Bripda Andreas Manulang dan Bripda Liat Tua Sirait. Latihan digelar 2 kali seminggu di halaman Mapolres Nias. Anggota Sat Sabhara lulusan Seba Polri 2012 di SPN Sampali itu pernah juara I Kejurnas Karate-Do Senior kelas 75 kg. Bripda Frans juga menekuni ilmu beladiri judo.

Editor: Mora