1 tahun lalu |18 Mei 2016 15:02 |1763 Pembaca

Tangis Ibunda di Makam Mahasiswi Korban Bandang Air Terjun Dua Warna

Foto: Hamidah Hasibuan, menangis di makam putrinya Ade Riana Sihombing yang dikebumikan di kampungnya Kota Padangsidimpuan, Rabu (18/5) siang. DD/ST
PADANGSIDIMPUAN, SUARATAPANULI.COM – Jenazah Ade Riana Sihombing (18) mahasiswi STIKes Flora Medan, salah satu korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Deliserdang, dikebumikan di kampungnya di Kota Padangsidimpuan, Rabu (18/5) siang. Ibunya, Hamidah Hasibuan, tidak kuasa menahan airmata ketika putri kesayangannya itu dimasukkan ke liang kubur.
Sebelumnya, jenazah Ade tiba di rumah duka di Gang Air Bersih, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, sekira pukul 08.45 WIB. Sebelum dikebumikan di TPU Halihi Sitamiang Baru, jenazahnya disholatkan di Masjid Taqwa.Pemakaman mahasiswi semester IV itu diwarnai isak tangis keluarga. Tampak hadir kedua orangtua korban Paruhum Sihombing-Hamidah Hasibuan, para saudaranya, tetangga, serta kerabat lainnya.

“Selamat jalan Ade. Semoga engkau tenang di sisiNya.  Kami semua sayang padamu,” ucap salah satu kerabat keluarga korban.

Hamidah yang mengenakan kerudung hitam lis biru tak henti-hentinya mengusap tanah makam putrinya itu. Sebelah tangannya menyeka airmata yang menetes di pipinya dengan kain kerudungnya. Sesekali ia tertunduk sambil memanjatkan doa-doa. Kedua matanya terlihat sembab karena banyak menangis.

Editor: Mora