1 tahun lalu |18 Mei 2016 17:18 |2361 Pembaca

ABG Asal Nias Barat Kabur ke Sibolga karena Dipaksa Nikah

Foto: Febi Giawa bersama adiknya di sebuah warung di Kota Sibolga, bersama Sekretaris HMNI Sibolga, Rabu (18/5). Raymon/ST
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Seorang perempuan baru gede (ABG) bernama Febi Giawa, berusia 12 tahun, menyatakan nekad kabur dari kampungnya Desa Lahagu, Kabupaten Nias Barat ke Kota Sibolga. Alasannya kabur karena menolak dinikahkan kepada seorang pria berusia 28 tahun, oleh bibinya.
“Aku kabur karena tidak mau dinikahkan oleh bibiku. Aku kan masih kecil,” ujar Febi Giawa saat disambangi wartawan di tepi Jalan Sisingamangaraja Kota Sibolga, tepatnya di sebelah Bank BTN, Rabu (18/5).

Febi mengaku tiba di Sibolga dengan menaiki KMP Belanak pada Senin (16/5) pagi. Dari kampung Febi tak sendirian, dia membawa seorang adiknya yang masih berusia 4 tahun.

Dijemput oleh Pria yang Dijodohkan Kepadanya

Saat tiba di Pelabuhan Sambas Kota Sibolga, Febi dijemput oleh seorang pria yang sebelumnya tidak dikenalnya. Tapi pria itu mengaku bermarga Ndraha. Febi dan adiknya kemudian dibawa pria itu ke rumahnya di Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Mengejutkan! Ternyata belakangan Febi mengetahui bahwa pria itu adalah orang yang akan dinikahkan oleh bibinya kepadanya. “Sampai di rumahnya, rupanya dia itu orang yang mau dijodohkan sama aku. Sebelumnya aku ikut saja dengannya dari pelabuhan karena aku tidak tahu tempat ini (Kota Sibolga),” timpal Febi pula.

Di rumah pria itu, Febi pun mengaku sempat hendak digagahi olehnya. Dia dirayu dengan dalih toh mereka bakal menjadi suami istri. “Tapi aku gak mau. Katanya aku sudah dibelinya Rp5 juta, uangnya sudah dikasih sama bibiku yang di kampung,” ujarnya.

Kerap Disiksa Bibinya

Pengakuan Febi Giawa belum habis. Selain karena menolak dinikahkan dini, ia kabur dari kampung juga karena merasa tidak tahan lagi dengan siksaan bibinya. Katanya dia sering dipukuli dan ditampar.

“Aku sering dipukuli. Setiap hari aku dipaksa kerja di kebunnya, dan sehari hanya sekali diberi makan. Padahal dulu bibi itu janji akan menyekolahkan aku,” aku Febi pula.

Febi Ingin ke Pekanbaru

Febi Giawa juga menceritakan bahwa ia dan adik kecilnya nekad kabur lagi dari rumah pria tersebut pada Rabu (18/5) pagi tadi. Alasannya, Febi khawatir akan keselamatannya dan adiknya kalau terus bertahan tinggal di rumah itu.

Alhasil Febi dan adiknya sempat terlantar di sebuah loket bus penumpang umum tujuan Pekanbaru yang ada di Jalan Sisingamangaraja Sibolga, tepatnya di sebelah Bank BTN.

“Kami mau ke Pekanbaru. Orangtuaku berkerja di perkebunan kelapa sawit di sana,” kata Febi.

Tapi kemudian Febi dan adiknya ditampung sementara oleh pengurus Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kota Sibolga, W Warisi, yang siang itu datang menemui keduanya.

Rencananya pengakuan Febi itu akan ditelusuri kebenarannya, termasuk mengklarifikasinya kepada pria yang disebut-sebut bermarga Ndraha itu. HIMNI juga berencana menyampaikan masalah ini ke pihak kepolisian.

Editor: Mora