2 tahun lalu |24 Maret 2016 14:56 |1078 Pembaca

Syarat Jika Ingin Danau Toba Jadi Destinasi Kelas Dunia

Foto: Panorama alam Danau Toba. Int

SUARATAPANULI.COM- Danau Toba masuk dalam 10 destinasi prioritas Kementerian Pariwisata. Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar menjadi destinasi wisata kelas dunia.

‪Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Utama Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib, isu terbesar adalah aksesibilitas. Dari Bandara Kualanamu sampai ke Danau Toba memakan waktu 7 jam. Makanya pemerintah melakukan terbosan bersama Garuda, dengan menerbangkan pesawat Jakarta-Silangit ini.

‪Maskapai Garuda telah meresmikan penerbangan Jakarta-Silangit, yang mana maskapai bintang 5 itu melayani penerbangan 3 kali seminggu. Rutenya, Jakarta-Silangit, Silangit-Sibolga lalu Sibolga-Jakarta. Penerbangannya berlangsung di hari Selasa, Jumat dan Minggu. Dari Jakarta, pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.

Aksesibilitas lainnya adalah pembangunan jalan tol dari Medan ke Tebing Tinggi, yang memudahkan wisatawan menuju ke Danau Toba melalui jalur darat. Aksesibilitas punya kunci penting dalam suatu penilaian kenyamanan wisatawan. Makin jauh tempat wisata, wisatawan tentu akan merasa sudah tidak nyaman duluan.

‪Selanjutnya, Hiramsyah mengatakan, pihak Kemenpar sudah merancang Badan Otorita Pariwisata Danau Toba. Dibentuk pada awal bulan Januari 2016 lalu, kini Badan Otorita Pariwisata Danau Toba tinggal menunggu Perpres Presiden RI.

Badan otorita itu akan punya kewenangan otoratif seluas 500 hektar dan kewenangan koordinatif seluas 300 ribu hektar. Mereka akan berkoordinasi dengan 7 kabupaten di sekitar Danau Toba.
Yang terpenting menurut Hiramsyah adalah membangun budaya hospitality yang baik bagi masyarakat di sekitar Danau Toba. Harus ada keramahtamahan dan servis yang berkelas kepada wisatawan. Sebab menurutnya wisatawan yang datang ke Danau Toba tidak hanya menikmati alam dan budaya saja.

‪Danau Toba merupakan danau terluas se-Asia Tenggara dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Danau ini punya sejarah yang tertulis dalam tinta sejarah dunia. 75 Ribu tahun lalu, Gunung Toba meletus dan membentuk danau (kaldera) seperti sekarang. Jangan sampai keindahan alam, keunikan budaya dan sejarah danau ini menjadi mubazir karena tidak dioptimalkan secara maksimal.‬ (Sumber: detikTravel)

Diolah: Redaksi