1 tahun lalu |22 Mei 2016 17:07 |1499 Pembaca

Kabarnya, Kapal PI Milik Oknum DPRD Sibolga Diamankan TNI AL

Foto: Perairan Teluk Tapian Nauli, dimana kapal PI (pukat trawl) asal Kota Sibolga disinyalir masih marak beroperasi di laut Indonesia. Marihot Simamora/ST
SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Dua unit kapal ikan jenis Pukat Ikan (PI) milik oknum DPRD Kota Sibolga kabarnya telah diamankan pihak TNI AL melalui Lanal Sibolga pada Jumat (20/5) dini hari kemarin. Informasi yang beredar di kalangan wartawan, Minggu (22/5), kedua kapal PI yang telah dilarang beroperasi itu disebut-sebut milik oknum yang berinisial TAL.
“Iya, tapi sama aku yang ada masuk SMS dari nomor tak dikenal yang menyebutkan yang diamankan itu 1 kapal PI dan 1 lagi kapal bom, milik oknum DPRD Sibolga, sesuai perintah Menteri Susi,” kata salah satu awak koran harian di depan Makolanal Sibolga, sambil menunjukkan isi pesan singkat itu di handphonenya, Minggu (22/5) petang.
Tepatnya bunyi kutipan pesan singkat (SMS) yang beredar itu; Selamat pagi, meneruskan SMS Ibu Susi tanggal 13 Mei 2016, langsung aksi hari Jumat tanggal 20 Mei 2016 pukul 02.00 kami tangkap 2 kapal PI milik pak T (TAL,red), 1 kapal bom, proses lebih lanjut sampai tuntas.
Kabar yang beredar lagi, kedua kapal itu kini diamankan di sekitaran Pulau Poncan Ketek, perairan Teluk Tapian Nauli Sibolga. Sementara itu oknum TAL sendiri belum berhasil dikonfirmasi terkait kabar yang beredar tersebut.
Namun ketika dihubungi, sumber dari pihak Lanal Sibolga membenarkan adanya penangkapan 2 unit kapal yang telah dilarang beroperasi itu. Namun hingga Minggu (22/5) petang, pihak Lanal Sibolga belum ada menyampaikan pernyataan resmi.
“Iya, ada dua kapal. Tapi untuk pernyataan resminya nantilah kami kabari pun,” sebut sumber tadi.
Kapal PI sendiri merupakan istilah bagi kapal ikan pengguna pukat trawl. Alat tangkap itu telah dilarang penggunaannya oleh Permen Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 02 tahun 2015 tentang larangan pengunaan alat penangkapan ikan dengan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) di laut Indonesia.

 

Editor: Mora