1 tahun lalu |23 Mei 2016 20:27 |1179 Pembaca

Ada Galian C Ilegal di Muara Taput

Foto: Alat berat di areal Galian C Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, yang dinyatakan tanpa ijin. Ist/ST
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Maraknya Galian C ilegal di Tapanuli Utara (Taput) kian terkuak. Salah satunya di Dolok Martumbur, Kecamatan Muara. Di kawasan itu, aktifitas penambangan batu itu dilakukan dengan leluasa, bahkan menggunakan alat berat.
‪Pantauan di lokasi, Senin (23/5), alat berat bekerja mengeruk perbukitan. Beberapa truk kemudian datang untuk kemudian dimuat bebatuan hasil galian dan mengangkutnya ke luar. ‪Saat disambangi, seorang pekerja yang tidak mau menyebut namanya mengaku jika lokasi itu milik LS, warga kecamatan setempat yang juga mantan Anggota DPRD Tapanuli Utara. ‪

“Batu-batu ini untuk proyek pembangunan drainase di sepanjang jalan ke Muara,” katanya.

‪Terpisah, Kepala Badan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Tapanuli Utara Alkari Purba saat dihubungi mengatakan pihaknya tidak ada mengeluarkan ijin Galian Cc di kawasan itu. “Tidak ada satu pun ijin Galian C di Dolok Martumbur, Kecamatan Muara. Kalau teman-teman media ada menemukannya, saya katakan itu ilegal,” tegas Alkari sembari menyatakan pihaknya akan turun ke lapangan untuk memeriksanya.

‪Sementara itu pemerhati lingkungan di Tapanuli Utara, Agus Simanjuntak berpendapat, Galian C ilegal di kabupaten itu sudah menjamur sejak setahun terakhir. Minimnya pengawasan dari pihak terkait menjadi salah satu faktor penyebabnya.

“Inilah salah satu kelemahan ijin Galian C yang sudah menjadi kewenangan provinsi, sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014,” ujarnya.‬

‪Menurut Sekretaris LSM Garuda ini, penarikan kewenangan tidak seiring dengan pembentukan instansi pengawasan di kabupaten dan kota. Selain pengawasan yang minim, efek lainnya adalah kesulitan pengusaha daerah untuk mengurus ijin, sebab biaya lebih besar. Salah satunya akan ada beban biaya mendatangkan staf dari provinsi untuk meninjau lokasi ijin.‬

‪”Jadi kewenangan itu sangat perlu direvisi. Sedangkan Galian C ilegal itu harus ditindak, baik oleh instansi terkait, termasuk oleh pihak kepolisian. Jangan main-main, karena efeknya  adalah bencana alam,” ujarnya.‬

Kapolres Taput AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing juga mengakui pihaknya banyak menerima informasi terkait penambangan ilegal, termasuk di Kecamatan Muara. “Kami akan turun ke lapangan. Penertiban akan dilakukan dalam operasi senyap, agar pelaku bisa tertangkap tangan di lapangan,” terang Baringbing.

Editor: Mora