1 tahun lalu |24 Mei 2016 09:37 |1417 Pembaca

Sarapan Pagi Truk ‘Monster’ yang Nonggok

Foto: 'Truk Monster' yang nonggok karena patah baut roda di Jalan S Parman Kota Sibolga, Selasa (24/5) pagi. Marihot Simamora/ST

LAPISAN awan putih menutupi langit ‘Negeri Berbilang Kaum’, Selasa (24/5) pagi ini. Selepas hujan mengguyur semalaman, semilir angin berhembus terasa lebih sejuk dari pagi-pagi biasanya. Kota¬†di pesisir Teluk Tapian Nauli ini baru bangun.

Warga bergeliat memulai aktifitas masing-masing. Kendaraan lalu lalang di setiap ruas jalan. Meja di kedai-kedai penyaji beragam menu sarapan pagi ramai lebih dulu. Laju roda duaku pun berhenti di salah satu kedai mie, di Jalan S Parman. Kedai langganan untuk mengisi perut hampir setiap pagi.

Tapi pemandangan pagi ini agak sedikit berbeda. Sambil melahap, para pelanggan kedai itu disuguhi pemandangan dimana ada seunit truk yang nonggok tepat di tengah badan jalan di depan kedai itu.

Sebenarnya truk ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat kota ini. Karena setiap hari beberapa unit selalu melintas di jalan-jalan kota. Dan karena porsi muatannya yang ‘sangar’, truk itu digelari ‘Truk Monster’.

“Hehe…baut rodanya patah,” jawab seorang pria paruh baya yang terlihat sibuk memilih-milih baut besar di bagian depan truk, saat kutanya sebelum aku masuk ke kedai.

Pagi itu pria bertubuh gempal tersebut hendak memperbaiki roda truk yang benomor polisi BB 8825 NC tersebut. Di kaca depannya tertempel striker bertuliskan “Siang Berjalan, Malam Berlayar”.

Wajar memang kalau baut roda belakangnya rawan patah arang. Bayangkan saja, muatan itu memang ‘monster’. Truk sekelas 120 PS itu dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa membawa muatan lebih dari maksimalnya. Sudah baknya diperpanjang, muatannya pun masih lagi dilebihkan 2 meter ke belakang. Bahkan tak jarang muatannya hingga ke atas kepala truk. Jelas sudah over tonase bangetlah!

Posisi nonggoknya truk ini pun tepat saat hendak menaiki gundukan tanah penghubung antara jalan aspal ke rigit beton yang permukaannya lebih tinggi sekitar 30 cm. As roda belakang tampak diganjal sementara dengan dongkrak. Perkiraan truk ini patah baut saat melintas pada Senin (23/5) malam. Dari gudang bongkar muatnya di kawasan Pelabuhan Lama Kota Baringin, menuju Pelabuhan Sambas Sibolga di Jalan Horas.

“Patah baut roda, patah as roda, bahkan terbalik, itu sudah biasa kalau untuk truk-truk ‘monster’ di Sibolga ini,” kata seorang kawan semeja di kedai tempatku sarapan.

Truk-truk seperti ini memang sudah sejak berpuluh tahun lalu digunakan pengusaha ekspedisi di kota bandar pelabuhan dan industri perikanan kelautan ini. Usia dan kondisi truk-truk tersebut sebenarnya sudah tak layak lagi. Barang-barang yang dibawanya segala macam kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk dikirim ke Kepulauan Nias.

“Oh ya, mari silahkan,” ajakku memulai menyantap semangkuk mie yang sudah terhidang.

Meja lainnya kulihat juga sudah penuh pelanggan yang lahap. Kedai ini memang selalu ramai tiap paginya. Bahkan kalau Anda datang pukul 10.00 WIB, mie pansit menu utama andalannya pasti sudah habis.

Yang menarik lagi, di meja tengah kulihat ada petugas Satlantas Polres Sibolga dan pejabat struktural di Dishubinfokom Kota Sibolga. Mereka tampak gagah dengan seragam dinasnya yang bersih dan rapi. Tapi pagi itu kami sama-sama sarapan dengan santai sambil memandangi truk ‘monster’ yang nonggok.

 

Editor: Raymon