1 tahun lalu |24 Mei 2016 17:54 |1238 Pembaca

Pura-pura Dirampok, Kepala Kantor Pos di Paluta Gelapkan Uang Kas Rp665 Juta

Foto: Tersangka ASN Kepala Kantor Pos Sipinongot (kanan), Paluta, Sumut, bersama dua rekannya YH dan HRR, berikut barang bukti uang sisa 'rampokan' mereka, Senin (23/5). DD/ST

TAPSEL, SUARATAPANULI.COM РASN, oknum Kepala Kantor Pos Cabang Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penggelapan uang kas kantornya senilai Rp665 juta.

Sebelumnya, ASN pun telah diproses atas tindak pidana sebagai dalang dari aksi perampokan yang direkayasanya untuk menggelapkan uang tersebut. Kedok korupsi dengan modus dirampok itu diungkap penyidik Tipikor Polres Tapanuli Selatan.

KBO Satreskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Sahrin Batubara mengatakan, ASN bersama dua rekannya YH dan HRR, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dipaparkannya, ketiganya sengaja menyusun skenario bahwa uang itu telah hilang dirampok pada 15 Januari 2016 lalu. Modus itu dilakukan mereka untuk mengecoh penyelidikan polisi.

Tapi setelah dilakukan pengembangan penyelidikan mendalam, rupanya terungkap bahwa kasus perampokan itu hanya modus penggelapan uang.

“Tersangka ASN sudah mengakui perbuatannya. Mereka sengaja merekayasa uang itu hilang dirampok beberapa waktu lalu, tapi nyatanya uang itu digelapkan untuk memperkaya diri sendiri,” ujar Iptu Sahrin Batubara, saat konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (23/5).

Pada hari kejadian perampokan bodong itu, ASN bahkan sempat datang ke Mapolres Tapsel untuk melapor. Katanya ia telah dirampok oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan sepedamotor saat melintas di Jalan Desa Hutaimbaru, Pasar Gunung Tua, Halongonan, Paluta. Dalam laporannya, ASN sempat mengaku uang itu tadinya hendak disetorkannya ke BNI Pasar Gunung Tua.

Rupanya polisi mengendus lain. Perampokan itu direkayasa. ASN dan kedua perampok suruhannya itu ternyata saling kenal, terungkap dari catatan percakapan mereka melalui handphone.

ASN pun sempat kabur ke Pekanbaru. Namun beberapa hari kemudian polisi meringkusnya. ASN ditangkap bersama ratusan juta uang sisa hasil penggelapannya itu.

Editor: Mora