1 tahun lalu |25 Mei 2016 18:13 |1735 Pembaca

Sidang Vonis Istri Bunuh Suami di PN Psp Ricuh

Foto: Terdakwa Nurhayani Siregar, istri korban sekaligus otak pembunuhan terhadap suaminya Alm Armansyah Harahap (39), saat dibawa menuju ruang sidang. DD/ST
PADANGSIDIMPUAN, SUARATAPANULI.COM – Sidang putusan kasus pembunuhan berencana oleh istri terhadap suaminya sendiri di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan (Psp), kemarin, ricuh. Keluarga korban Alm Armansyah Harahap (39), tidak terima atas vonis hakim yang dianggap ringan.

Kericuhan terjadi sesaat setelah Majelis Hakim Paul Marpaung SH membacakan vonis kepada pelaku Nurhayani Siregar (istri korban sekaligus otak pembunuhan) dengan hukuman 20 tahun penjara, dan kepada rekannya terdakwa Roslia Tanjung 18 tahun penjara, terdakwa Tramadona Laoli dan Alihudin Laoli 20 tahun penjara. Padahal JPU menuntut mereka dengan hukuman seumur hidup.

Mendengar vonis tersebut, sejumlah keluarga korban berusaha menyerang para terdakwa, terutama Nurhayani Siregar. Saat keluarga korban keluar dari Ruang Sidang Cakra itu, mereka berupaya masuk ke ruang tahanan. Kericuhan pun tak terelakkan karena mereka dihalangi petugas Polres Padangsidimpuan yang mengkawal ketat terdakwa.

Foto: Petugas Polres Psp mengamankan pihak keluarga korban untuk menghindari terjadinya aksi anarkis saat kericuhan pasca sidang vonis terhadap para terdakwa. DD/ST Foto: Petugas Polres Psp mengamankan pihak keluarga korban untuk menghindari terjadinya aksi anarkis saat kericuhan pasca sidang vonis terhadap para terdakwa. DD/ST

 

Untuk menghindari terjadinya tindakan yang anarkis, polisi kemudian menghalau pihak keluarga korban ke luar areal pengadilan. Sementara keempat terdakwa langsung dibawa ke mobil tahanan dan melaju ke arah Lapas Psp.

Pada sidang-sidang sebelumnya pun sempat terjadi kericuhan. Keluarga korban geram karena pembunuhan berencana itu dinilai sadis.

Sekedar mengingatkan, korban almarhum Armansyah Harahap merupakan seorang pengedar pupuk, warga Paran Julu, Pargarutan Julu, Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dia tewas dianiaya oleh terdakwa Tramadona Laoli dan Alihudin Laoli, dengan luka parah di kepala, pada Sabtu (5/9/2015) malam lalu. Kejadiannya di Jalan Desa Semirik, Padangsidimpuan Batunadua, Kota Psp. Saat itu korban mengendarai sepedamotor membonceng istrinya. Tapi belakangan terkuak, bahwa istri korban tersebut menyerahkan upah uang sebesar Rp25 juta kepada kedua pelaku yang merupakan orang suruhannya. Motifnya diduga karena dendam dan sakit hati.

Editor: Mora