2 tahun lalu |25 Maret 2016 11:24 |1746 Pembaca

Ini 3 Kawasan Pemukiman Kumuh di Kota Sibolga

Foto: Banner Rencana Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh Perkotaan Sibolga di Stand Bappeda. Mora/SuaraTapanuli.Com

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM- Pemukiman kumuh sudah menjadi masalah perkotaan di hampir seluruh kota yang ada di Indonesia. Di Kotamadya Sibolga sendiri ada 3 titik yang dikategorikan sebagai kawasan pemukiman kumuh.

Ketiganya yakni Kawasan Pasar Belakang di Kelurahan Pasar Belakang, Kawasan Tangkahan di Kelurahan Aek Manis dan Pancuran Bambu, dan Kawasan Aek Muara Pinang di Kelurahan Aek Muara Pinang.

Skema itu terpampang pada banner “Rencana Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kota Sibolga” yang dipajang di Stand Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sibolga pada Pameran Pembangunan Sibolga Expo 2016 Hari Jadi ke-316 Tahun, di Lapangan Simaremare.

“Ya, ini gambaran rencana penanganan masalah pemukiman kumuh yang diprogramkan Bappeda Sibolga untuk diharapkan dapat tuntas hingga tahun 2019 nanti,” kata pria penjaga stand, Jumat (25/3).

Dijabarkan di banner itu, permasalahan di Kawasan Pasar Belakang, seperti halnya bangunan yang sudah menjorok ke arah laut yang membahayakan jalur lintas kapal. Kemudian jarak antar bangunan yang berdekatan dan rawan kebakaran, akses mobil pemadam kebakaran tertutup, terdapat lahan kosong terlantar. Ditambah lagi saluran sanitasi mampet dan kerap menggenangi jalan lingkungan bila terjadi hujan lebat dan pasang air laut.

Permasalan berikutnya, bayak sampah berserakan di sepanjang gang, serta MCK di rumah penduduk yang berdiri di atas air dibuang langsung ke laut.

Padahal kawasan ini cukup potensial sebagai sentra tempat pengolahan dan penjualan produk ikan asin yang merupakan oleh-oleh khas Sibolga.

Dijabarkan juga sederet kebijakan dan strategi perencanaan dan capaian untuk aksi penanganan permasalah yang ada, baik secara fisik maupun non fisiknya. Targetnya “2019 Kota Sibolga Bebas Kumuh”.

Editor: Ray T