1 tahun lalu |27 Mei 2016 20:46 |1670 Pembaca

Jelang Ramadhan, Pejiarah Makam Ulama di Barus Meningkat

Foto: Pengunjung dan pejiarah menaiki deretan anak tangga menuju Makam Papan Tinggi di Barus, Tapanuli Tengah, Sumut. Harmen/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Sepekan menjelang bulan Ramadhan, pejiarah makam-makam ulama di Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng), mulai ramai. Pejiarah berdatangan dari berbagai daerah ke kota tua yang berjarak sekitar 60 Km dari Kota Sibolga ini.

Jahiruddin Pasaribu, juru kunci Makam Mahligai mengatakan, jiarah menjelang bulan suci itu sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim. Selain ke makam keluarga, juga ke makam para ulama besar. “Momen seperti ini sudah kebiasaan umat menjelang masuknya bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selain Makam Mahligai, ada juga Makam Papan Tinggi di kota tua ini. Makam itu adalah makam Auliya Syehk Rukunuddin dan Syekh Mahmud. Kedua tokoh ini yang diyakini sebagai ulama pembawa ajaran agama Islam ke Indonesia. Catatan sejarah menyebutkan, Syek Rukunuddin wafat pada 48 Hijriyah, sedangkan Syekh Mahmud wafat tahun 44 Hijriyah, atau sekitar abad ke-6 Masehi.

“Papan Tinggi itu menjadi bukti jejak pertama masuknya ajaran Islam ke Nusantara ini,” ujar Jahiruddin lagi.

Setibanya di areal makam, pejiarah umumnya melakukan ritual doa dan membacakan ayat-ayat suci Alquran.

“Kami sengaja datang berjiarah lebih cepat karena khawatir nanti terlalu padat pengunjungnya kalau misalnya dua atau sehari Ramadhan. Lalu kan nanti jiarah ke makam keluarga di kampung lagi,” kata M Dayat Nasution, pengunjung asal Kota Medan, Jumat (27/5).

Dayat mengaku sudah kali ketiga mengunjungi makam Papan Tinggi tersebut. Namun dia masih merasa penasaran dengan ukuran makam kuno itu yang panjangnya mencapai sekitar 10 meter itu.

“Selain panjangnya, juga letaknya yang di puncak bukit. Banyak literatur sejarah yang menuliskan bahwa dulunya Barus ini kota pelabuhan perdagangan yang sangat ramai, dan banyak tokoh-tokoh ternama singgah dan berdiam di sini. Benar-benar menakjubkan,” ujarnya.

 

Editor: Mora