1 tahun lalu |28 Mei 2016 23:52 |1644 Pembaca

Disebut Buruh Liar, Ratusan Pekerja Pabrik Karet Sarudik Mengamuk

Foto: Para pekerja pabrik getah karet PT Anugerah Sibolga Lestari di Sarudik, Tapteng yang tersinggung dan mengamuk karena rekan mereka disebut sebagai buruh liar. Harmen/ST
TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Ratusan pekerja pabrik pengolahan getah karet di Sarudik, Tapanuli Tengah (Tapteng), PT Anugerah Sibolga Lestari, mengamuk, Sabtu (28/5). Dari informasi yang dihimpun, emosi mereka tersulut lantaran ada 7 pekerja yang dipecat tapi malah dikatai sebagai buruh liar ketika menuntut pesangon.
Kata-kata yang menyinggung perasaan para buruh itu dilontarkan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai pengacara perusahaan. Awalnya ketujuh pekerja di bagian penggilingan yang dipecat itu menuntut pesangon mereka yang hanya Rp2 juta. Padahal mereka sudah puluhan tahun bekerja.
Namun, seorang wanita paruh baya yang mengaku sebagai pengacara perusahaan tidak mengakomodir permintaan mereka itu. Perempuan itu menyatakan bahwa pesangon itu sudah pantas untuk pekerja yang merupakan buruh liar.
Foto: Perempuan yang mengaku sebagai pengacara perusahaan, yang menyebut para pekerja sebagai buruh liar, saat dievakuasi petugas kepolisian untuk menghindari aksi anarkis ratusan pekerja yang mengamuk. Harmen/ST Foto: Perempuan yang mengaku sebagai pengacara perusahaan, yang menyebut para pekerja sebagai buruh liar, saat dievakuasi petugas kepolisian untuk menghindari aksi anarkis ratusan pekerja yang mengamuk. Harmen/ST

 

“Kami tidak terima dibilang buruh liar sama perempuan itu, katanya dia pengacara perusahaan ini. Kami sudah bertahun-tahun kerja di pabrik ini,” kata Muliati Lase, diamini rekannya Yenni Druhu, pekerja yang emosi.

Sontak ratusan pekerja lainnya ikut emosi. Mereka mengamu dan mencari-cari perempuan yang mengaku sebagai pengacara itu hingga ke lantai II kantor administrasi pabrik.

‪Untung saja amukan ratusan pekerja itu perlahan bisa diredam oleh beberapa petugas kepolisian yang kemudian datang ke lokasi pabrik. Khawatir akan keselamatan perempuan itu, petugas lalu mengevakuasinya dari lantai II kantor.

Meski sudah dikawal ketat oleh polisi, ratusan pekerja tetap saja berupaya menyerangnya. Hingga akhirnya perempuan itu berhasil dibawa masuk ke dalam mobil petugas, dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Tapteng.

‪Hingga amukan pekerja mereda, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi atau memberikan pernyataan resmi terkait keributan dan amukan para pekerja tersebut.

Editor: Mora