1 tahun lalu |29 Mei 2016 11:38 |1163 Pembaca

Turnamen Mini Soccer SST Piala Walikota Sibolga Gaduh

Foto: Gawang yang dirantai di tengah lapangan Pelabuhan Lama Sibolga karena kabarnya panitia Turnamen Mini Soccer SST itu belum membayar sewa lapangan dan honor tim wasit, Minggu (29/5). Mora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM РSejumlah manager tim yang berlaga di Turnamen Mini Soccer Sahabat Sibolga Tapteng (SST) Piala Walikota Sibolga bersama Albar Sikumbang dan Syamsudin Waruhu (Ucok Kardon) di Lapangan Pelabuhan Lama Sibolga melakukan aksi protes kepada panitia turnamen, Minggu (29/5). Bahkan, kedua tiang gawang yang terbuat dari besi itu dirantai di tengah lapangan.

Informasi yang dihimpun, kegaduhan turnamen U-17 dan U-20 itu dipicu rasa kecewa para tim atas ketidak konsistenan panitia penyelanggara. Awalnya pagi itu pertandingan yang sudah memasuki babak perdelapan final terpaksa dibatalkan karena tim wasit tidak mau memimpin pertandingan. Cerita punya cerita, kabarnya karena panitia belum membayar honor tim wasit dan sewa lapangan.

Alhasil, sejumlah tim yang akan berlaga sempat menyatakan mundur dari turnamen. “Kami pilih mundur saja lah bang, sudah gak jelas lagi ini. Sudah dari jam 8 pagi kami di sini. Kami minta uang pendaftaran (Rp200 ribu) dikembalikan saja. Kami sudah kecewa kalau seperti ininya panitia,” kata salah satu manager tim yang dipanggil Iwan kepada perwakilan panitia.

Manager tim lainnya pun sempat bersikap serupa. Kata mereka, pantia pun tidak kooperatif dan terbuka soal jadwal pertandingan. Dimana tak jarang panitia dengan mendadak mengabarkan jadwal pertandingan, sehingga membuat persiapan tim tidak maksimal. Mereka pun sempat memilih mengundurkan diri dari turnamen.
Foto: Para manager tim dan koordinator panitia Buyung (pakai topi) saat berdialog mencari solusi kegaduhan yang terjadi. Mora/ST Foto: Para manager tim dan koordinator panitia Buyung (pakai topi) saat berdialog mencari solusi kegaduhan yang terjadi. Mora/ST

 

Hingga kemudian sekira jam 10.00 WIB, seorang pria yang dipanggil Buyung, selaku koordinator panitia datang menemui para manager dan pemain yang protes. Sempat terjadi perdebatan alot dalam pertemuan tersebut. Buyung mengakui kelemahan panitia yang membuat para tim kecewa.

“Kami akui memang. Kami pun paham kalian kecewa. Tapi kami minta jangan sampai ada yang mengundurkan diri. Kami pun sedang berupaya memecahkan masalah ini. Untuk hari ini memang tadi aku sudah bilang untuk diliburkan dulu. Kalau kami panitia tidak ada konflik, tapi memang ada masalah wasit dan lapangan,” kata Buyung bersama rekannya Edi Silitonga seraya membujuk agar para manager tim bisa memahami posisi panitia dan untuk tidak mundur dari turnamen.

Siang itu akhirnya disepakati bahwa turnamen tetap dilanjutkan. Jadwal pertandingan sendiri disusun kembali.

 

Editor: Raymon