1 tahun lalu |30 Mei 2016 22:16 |1057 Pembaca

Harga Anjlok, Petani Tomat di Humbahas Pasrah

Buah tomat.

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Karena anjloknya harga, petani tomat di Kabupaten Humbahas hanya bisa pasrah. Bayangkan, dari sebelumnya harga jual petani bisa mencapai Rp8.000 per kg, kini hanya Rp1.500. Sejumlah petani bahkan memilih membiarkan begitu saja tanamannya, sebab dipanen pun tetap saja merugi.

“Jelas sudah rugi total. Hitung berapa biaya tanam, beli pupuk, perawatan sudah berapa. Kalau kami panen pun sudah pasti rugi. Makanya lebih baik tidak kami panen. Karena biaya panen saja nanti sudah berapa lagi,” aku Engkol Simamora (37), salah satu petani tomat di Kecamatan Doloksanggul, Senin (30/5).

Selain harga yang anjlok, tomat tanamannya pun banyak yang rusak. Buah membusuk karena terlalu sering hujan. “Anggo sahalion rugi hian ma (Kalau semusim ini jelas sangat rugi,red),” tuturnya lagi.

Petani serupa di kecamatan lainnya pun mengungkapkan, agar sanggup menutupi biaya produksi, maka harga jual petani mesti minimal Rp5.000 per kg. Jika tidak, maka jelas akan lebih besar pasak dari pada tiang. Menurut petani, harga menungkik sejak Mei lalu. Salah satu pemicunya karena toke pengepul enggan membeli dengan harga tinggi dan volume besar, sebab tomat merupakan buah yang mudah rusak di musim hujan.

Sementara itu Kadis Pasar dan Perindag Humbahas JW Purba berdalih kalau fluktuasi harga pasar memang sudah menjadi ‘hukum’ ekonomi.
“Soal harga berfluktuasi tergantung kebutuhan pasar. Artinya kalau barang melimpah, harga akan turun dan sebaliknya. Tapi kami selalu memantau harga dan stok,” kilahnya.

 

Editor: Marihot Simamora