1 tahun lalu |31 Mei 2016 00:59 |2041 Pembaca

Bripka Hadi Sitanggang ‘Mister English’ Anak-anak di Sibolga

Foto: Bripka Hadi Sitanggang saat mengajar anak-anak murid 'Bhabinkamtibmas English Course' di Kantor Lurah Kota Baringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Senin (30/5). Marihot Simamora/ST

Good afternoon, Mister. I’m fine. My name is Dewi. I’m 7 years old. Yes, Mister…!”.

Begitulah penggalan jawaban seorang bocah perempuan saat melakukan conversation singkat dan ringan dengan guru Bahasa Inggrisnya (English) di Kantor Lurah Kota Baringin, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. Ada puluhan anak-anak setingkat TK-SD-SMP yang menjadi muridnya.

Lho, memangnya ada sekolah di kantor kelurahan itu?

Jawabnya bukan. Itu adalah kelompok belajar anak-anak yang tepatnya disebut Bhabinkamtibmas English Course. Tempat belajarnya yang meminjam fasilitas kantor kelurahan, tentunya usai jam kerja. English Course ini gratis dan muridnya pun terbuka untuk umum serta bebas dari kelurahan mana saja, tidak mesti warga kelurahan setempat.

Nah, adalah gurunya bernama Bripka Hadi Hamonangan Sitanggang, Anggota Polres Sibolga yang juga petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baringin. Hadi sendiri lahir di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada 16 November 1982. Dia masuk polisi di tahun 2003. Bripka Hadi inilah yang dipanggil ‘Mister‘ oleh anak-anak itu. Jadi seperti judul di atas, kata ‘Mister English‘ bisa diartikan seorang bapak guru Bahasa Inggris.

Kemarin petang awak SuaraTapanuli.Com menyambangi mereka. Program belajar itu baru berjalan 1,5 bulan, tapi muridnya sudah ada 40-an orang. Hari belajarnya setiap Senin, Selasa dan Kamis, pada pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB, dengan kategori kelompok Primary I dan Primary II.

Luar biasa semangat dan kemauan belajar anak-anak itu patut diapresiasi. Mereka begitu aktif saat proses belajar mengajar. Konsepnya memang sengaja dibuat belajar sambil bermain. Mereka belajar menyebutkan angka, berhitung, melafalkan huruf, mengenal warna, kata benda, menyebut beberapa bagian tubuh yang umum, juga bagaimana percakapan awal saat bertemu seseorang. Tentunya semua dengan menggunakan bahasa internasional itu.

Menarik juga bagaimana cara mengajar Bripka Hadi. Dia tak mau kalah dengan riuhnya suara para muridnya, apalagi tatkala mereka menjawab sebuah pertanyaan secara bersama-sama. Mister Hadi pun seperti berteriak saat mengajar, agar suaranya terdengar jelas oleh semua anak.

Anak-anak sendiri duduk saling berdekatan di kursi bermeja yang ada di ruangan bagian depan kantor lurah itu. Hampir semua anak tampak membawa buku tulis serta pulpen dan pensil. Ada juga beberapa buku mata pelajaran Bahasa Inggris. Tepat di tengah pintu masuk, yang menjadi bagian depan kelas, ada sebuah whiteboard kecil yang diletakkan di atas sebuah kuris kayu.

Hadi pun tampak memegang sebuah tongkat kecil. Dengan tongkat itu ia mengarahkan setiap topik pembelajaran yang disampaikan. Seragam Polrinya tak sedikit pun membuat anak-anak ini merasa ketakutan atau sungkan.

“Awalnya memang mereka ada yang agak canggung, karena saya berseragam polisi. Tapi saya juga berusaha memperkenalkan dan mendekatkan diri secara baik agar bisa mereka terima. Hingga kemudian mereka tak canggung lagi,” ujar Bripka Hadi saat berbincang usai kelas.

Baginya, menjadi guru untuk anak-anak ini adalah bagian dari tugas pengabdian kepada negara. Selain untuk memajukan pendidikan anak di Kota Sibolga, ide pembukaan course juga didasari atas arahan Kapoldasu agar petugas Bhabinkamtibmas juga berperan dalam meningkatkan mutu SDM di setiap kelurahan binaannya.

“Ini juga arahan pimpinan di Poldasu dalam meningkatkan mutu SDM kita menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi karena kemampuan saya di bidang Bahasa Inggris, ya kemudian saya buka English Course gratis untuk anak-anak,” papar Bripka Hadi.

Sebagai anggota Polri, Hadi pun bisa memanfaatkan kelas tersebut untuk mensosialisasikan berbagai imbauan kemasyarakatan sejak dini dan dengan bahasa penjelasan yang sederhana agar mudah dipahami para anak. Seperti misalnya untuk mematuhi aturan tertib berlalulintas, gerakan anti dan perangi narkoba, serta lainnya.

Selain berbekal pengetahuan Bahasa Inggris saat belajar sesuai jenjang sekolah formal, modal Bripka Hadi dalam mengajar juga dari ilmu yang pernah diperolehnya di Sekolah Bahasa Polri di Cipinang, Jakarta Timur. “Basic-nya saya pernah diutus dari Poldasu untuk belajar di Sekolah Bahasa Polri selama 3 bulan. Semampunya saya coba,” tutur pria yang baru sebulan lalu melangsungkan pernikahan tersebut.

Selain berterimakasih karena sudah meminjamkan kantornya, Bripka Hadi pun berharap dukungan pihak pemerintah kelurahan setempat agar wadah belajar anak itu memiliki legalitas.

“Nah itu memang, seperti saya dulu anak-anak waktu masih les. Kami minta juga agar pihak kelurahan membantu supaya course ini juga punya legalitas dan ada pengakuan secara administratif. Bahkan saya juga mau agar sistim dan materi pembelajarannya pun mengacu kepada kurikulum sekolah. Itu usulan dan harapan kami, doakan ya,” pungkas Bripka Hadi.

 

Editor: Raymon