1 tahun lalu |1 Juni 2016 15:09 |1086 Pembaca

Pelabuhan ASP Sibolga Berpotensi Hasilkan PAD Rp3 Miliar

Foto: Kasubdit Pelabuhan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Hardi, saat menyerahkan simbolis surat pengelolaan Pelabuhan ASP Sibolga kepada Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, saat peresmian pengoperasiannya, Rabu (1/6). Marihot Simamora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM РWalikota Sibolga Syarfi Hutauruk menyatakan Pelabuhan ASP Sibolga di Jalan KH Ahmad Dahlan, Aek Manis, Sibolga Sambas, berpotensi menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga sebesar Rp3 miliar per tahun.

“Besaran yang pasti kami belum bisa menghitung, tapi yang pasti potensinya lebih kurang Rp3 miliar per tahun. Apalagi ke depan kalau jadi provinsilah Kepulauan Nias, maka ekonomi masyarakat akan bertumbuh, dan jumlah penumpang juga akan meningkat,” kata Walikota usai peresmian pelabuhan itu, Rabu (1/6).

Menurut Syarfi, Kepulauan Nias masih bergantung kepada Kota Sibolga dalam hal jalur dan akses transportasi. “Tidak ada satu barang pun yang sampai ke Pulau Nias kalau tidak melalui Pelabuhan Sibolga. Makanya potensinya (pelabuhan) sangat tinggi,” tambahnya.

Karena itu, sambung Syarfi, Pemko Sibolga akan terus melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan pelabuhan baru tersebut. Bahkan hingga rencana penambahan dermaga lagi.

“Tentu secara bertahap kami akan memperhatikan itu. Seperti tadi dikeluhkan soal percepatan proses pengisian air ke kapal penumpang, kalau bisa hanya 30 menit untuk 30.000 m3. Lalu lampu penerangan kawasan pelabuhan, dan luasan areal pelabuhan,” terangnya.

Soal pengelolaan pelabuhan bernilai Rp35 miliar itu, Walikota menyatakan untuk sementara diserahkan kepada Dishubinfokom. “Untuk sementara diserahkan kepada Dishub, untuk jangka panjangnya, apakah itu BUMD, kami belum kaji,” pungkasnya.

Pintu pemasukan PAD dari pelabuhan ini sendiri diantaranya dari retribusi tanda masuk kendaraan ke pelataran parkir dan dermaga, retribusi sewa tempat, pelayanan jasa, pemakaian fasilitas toilet, retribusi jasa labuh dan tambat kapal di dermaga, dan retribusi jasa penyediaan air.

 

Editor: Raymon