1 tahun lalu |4 Juni 2016 10:39 |710 Pembaca

Pupuk Bayar Pasca Panen di Taput Dongkrak Produksi Padi

Foto: Bupati Taput Nikson Nababan, Dr Lalu M Zarwazi, Dirut Perusda Siswanto, Kadis Tonny Simangunsong, Kadis Longgos Pandiangan, dan Kaban BP4K Sey Pasaribu saat panen. Istimewa/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Program pemberian pupuk bersubsidi bayar pasca panen bagi petani di Tapanuli Utara (Taput) berdampak positif bagi petani padi. Terbukti pada panen perdana di Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung, Jumat  (3/6), 1 hektar sawah kini mampu menghasilkan 8 ton padi, dari sebelumnya hanya 6,7 ton.‬

‪”Kita tidak boleh berpuas diri sampai di sini. Kita tetap bersyukur tetapi tetap melakukan peningkatan-peningkatan. Lakukan hal yang luar biasa untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Tidak saatnya lagi melakukan hal-hal yang biasa sehingga perubahan kearah yang lebih baik, kemandirian dalam pangan dapat kita capai,” ujar Bupati Taput saat panen bersama petani setempat.‬

‪Panen perdana di lahan percontohan itu dihadiri Tim Khusus LO Upaya Pajale (Padi Jagung dan Kedelai) dari Kementrian Pertanian Dr Lalu M Zarwazi, Dirut Perusda Pertanian Siswanto, Kadis Pertanian Tonny Simangunsong, Kadis Perternakan dan Perikanan Longgos Pandiangan, dan Kaban BP4K Sey Pasaribu.‬

‪Di kesempatan itu, Zarwazi mengapresiasi program itu, mulai dari Denfarm 1 hektar hingga pupuk bersubsidi bayar pasca panen untuk menuju kemandirian pangan nasional. “Ini terobosan yang luar biasa, dan saya berharap Bupati Taput bisa menjadi pembicara bagi kelompok binaan kami di kementerian saat sosialisasi pada Agustus nanti,” ujarnya.

 

Editor: Mora