1 tahun lalu |7 Juni 2016 21:35 |2329 Pembaca

Humbahas Kaya Wisata ‘Warisan’ Sisingamangaraja, Tapi…

Foto: Kawasan pemandian alam Aek Sipangolu, di Bakkara, Humbahas, yang dulunya sering dikunjungi Raja Sisingamangaraja. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sesungguhnya patut bersyukur. Sebab banyak objek wisata di daerah ini yang merupakan warisan pahlawan besar nasional asal Tanah Batak, Sisingamangaraja. Namun sayangnya pemerintah daerah belum ‘mensyukurinya’ dengan cara yang benar dan bijak.

Seperti, Aek Sipangolu, Tombak Sulu-sulu, dan Air Terjun Janji di Kecamatan Baktiraja, hingga Desa Sionom Hudon di Kecamatan Parlilitan yang merupakan markas dan tempat wafatnya Raja Sisingamangaraja pada tahun 1807 silam.

Pemerhati pariwisata Sumatera Utara, Efendi Leonard Manalu, mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak objek wisata Humbahas yang sangat potensial dan menarik, bahkan sangat berbeda dengan daerah lain. Mulai dari wisata pantai, pegunungan, pemandian, hingga situs sejarah tentang Sisingamangaraja. Tapi semua itu belum dikelola secara optimal. Padahal bukan tidak mungkin ‘modal’ yang dimiliki itu menjadikan Humbahas salah satu ikon wisata budaya dan sejarah di Sumatera Utara.

“Kalau semua objek wisata itu betul-betul dikelola dengan serius, maka yang pertama dan utama adalah perekonomian masyarakat sekitar lokasi-lokasi itu akan terdorong,” papar Efendi Leonard Manalu saat mengunjungi Aek Sipangolu, di Bakkara, Selasa (7/6/2016).

Menurutnya, pengelolaan harus lebih profesional dan terpadu, tanpa mengurangi sisi naturalisasinya. Efendi Leonard Manalu pun mengaitkannya dengan program pemerintahan Jokowi-JK yang ingin menjadikan Danau Toba sebagai saah satu Bali barunya Indonesia. Nah, menurutnya Humbahas punya kans besar sebagai salah satu kabupaten sasaran program tersebut.

“Humbahas adalah pusat perjalanan sejarah pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja I hingga ke XII. Tinggal bagaimana pemerintah daerahnya mengemas dan menjual semua potensi itu,” katanya.

Sementara itu, pengunjung dari kalangan mahasiswa asal Kota Medan, Roida (20) dan Hartaty (20), sepakat dan mengaku kagum akan keindahan panorama objek wisata di Humbahas. Tapi pemerintah daerah masih perlu membenahi infrastruktur jalan, fasilitas tempat parkir hingga penginapan di kawasan yang menjadi destinasi wisata.

“Selain ‘warisan’ sejarah perjalanan perjuangan dan jejak kehidupan Raja Sisingamangaraja di Kecamatan Baktiraja, Humbahas pun punya Danau Toba,” tutur mereka.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Humbahas, Osborn Siahaan menyatakan pemerintah daerah memang tengah menyusun berbagai program pengembangan pariwisata. Salah satunya akan mendirikan perusahaan daerah (perusda) pariwisata. “Perusda ini yang nantinya diharapkan konsentrasi dan bertanggungjawab mengembangkan dan mengelola pariwisata di Humbahas,” kata Osborn.

 

Editor: Mora