1 tahun lalu |9 Juni 2016 15:39 |1540 Pembaca

Ibunda Angeline Mengadu ke Polres Tapteng

Foto: Junsaris Neri Br Sitinjak, ibunda Angeline Simanjuntak, sempat lemas saat datang mengadukan dugaan tindak pidana malapratek yang dilakukan pihak RSUD Pandan, ke Mapolres Tapanuli Tengah, Kamis (9/6). Marihot Simamora/ST
TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Didampingi beberapa kerabat keluarga, ibunda Angeline Simanjuntak (14), pasien usus buntu yang meninggal dunia pasca operasi di RSUD Pandan, Tapanuli Tengah, Sumut, mengadu ke Polres setempat, Kamis (9/6/2016) sekira pukul 15.00 WIB. Junsaris Neri Br Sitinjak (46) mengadukan dugaan tindak pidana malapratek yang dilakukan pihak RSUD tersebut.

Dengan dipapah dua perempuan kerabatnya, Junsaris Neri Br Sitinjak yang tampak masih mengenakan ikat kepala tanda berkabung, turun dari sebuah mobil, dan melangkah gontai ke ruang SPKT Mapolres Tapanuli Tengah di Jalan Dr FL Tobing, Sibolga.”Kami dari rumah duka di Pinangsori,” kata salah satu kerabat keluarga almarhum, Pangeran Simanjuntak yang tengah menunggu kedatangan mereka.

Keluarga Angeline sendiri merupakan warga Jalan Padangsidimpuan, Lingkungan I Hutabuntul Nauli, Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Junsaris Neri Br Sitinjak sendiri sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan di pasar-pasar tumpah di sekitaran kecamatan tempat tinggalnya. Suaminya, atau ayah Angeline almarhum Jonni Simanjuntak, sudah meninggal 14 tahun silam. Sepeninggal suaminya, Junsaris sendiri berjuang membesarkan keempat anaknya, termasuk Angeline sebagai anak bungsu yang ditinggal ayahnya sejak usia 3 bulan.

Angeline sendiri merupakan siswi Kelas VIII SMP Negeri 1 Pinangsori. Sebelum menjalani operasi pada Senin (6/6/2016) lalu, Angeline rupanya masih sempat mengikuti ujian di sekolahnya pada Senin-Rabu (30/5-1/6) pekan lalu. Memang mestinya dia mengikuti ujian selama seminggu, atau hingga Sabtu (4/6/2016). Tapi karena sakit di bagian perutnya itu semakin parah, dia kemudian absen ujian dan dibawa ke RSUD Pandan pada Jumat (3/6).

Hingga berita ini diterbitkan, ibu dan kerabat keluarga Angeline masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di unit SPKT Mapolres. Dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTL/96/VI/2016/SU/RES TAPTENG tertanggal 9 Juni 2016 itu, pihak keluarga melaporkan RSUD Pandan atas pelanggaran undang-undang praktik kedokteran, atau lebih tepatnya Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Editor: Mora