1 tahun lalu |9 Juni 2016 17:30 |1805 Pembaca

Jasad Angeline akan Diotopsi di RS Brimob Medan

Foto: Pangeran Simanjuntak. Marihot Simamora/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Jasad Angeline Simanjuntak (14), korban dugaan malapraktik operasi usus buntu oleh tim dokter RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, akan diotopsi di RS Brimob Medan. Malam ini, setelah pihak keluarga selesai memberi keterangan di Mapolres setempat, mereka akan membawa jasad korban ke Medan.

“Karena pengaduan keluarga sudah diproses, maka rencana penguburan anak kami ini ditunda. Rencananya malam ini kami akan berangkat ke Medan membawa jasad anak kami Angeline ke Medan untuk diotopsi,” ujar Pangeran Simanjuntak, kerabat keluarga Angeline, Kamis (9/6) sore, di Mapolres Tapanuli Tengah di Jln Dr FL Tobing Kota Sibolga.

Pihak keluarga, sambung Pangeran, merasa keberatan dan ada kejanggalan dalam pengoperasian Angeline. Dimana melihat panjang dan banyaknya sayatan untuk operasi usus buntu itu. “Kami merasa keberatan dan ada kejanggalan. Saya sendiri sudah pernah operasi usus buntu tapi tidak seperti itu. Angeline itu mulai dari bawah pusar sampai ke batas tulang rusuk dadanya, seperti tidak wajar,” kata Pangeran.

Pihak keluarga berharap, penyidik kepolisian dapat mengungkap apa sebenarnya yang terjadi dengan proses operasi Angeline hingga melayangkan nyawanya. “Kami berterima kasih kepada pihak Polres Tapteng yang sudah memproses pengaduan kami dengan baik. Kami harap akan terungkap kebenaran, dan kami pun bisa merasa puas,” pungkasnya.
Editor: Mora