1 tahun lalu |10 Juni 2016 11:01 |2828 Pembaca

Facebook Angeline Bertabur Duka dan Hujatan

Foto: Sreenshot tampilan akun facebook milik Angeline Simanjuntak. Mora/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Sejak kemarin, akun facebook milik almarhum Angeline Simanjuntak (14) bertabur ungkapan dukacita dari para kerabat dan teman-temannya. Selain ungkapan turut kehilangan, beberapa Facebooker juga menyinggung kekecewaan terhadap pelayanan medis yang dialami anak bungsu dari 4 bersaudara itu.

Salah satu postingan yang menyentuh hati datang dari pemilik akun atas nama Esra Simanjuntak yang sepertinya merupakan salah satu kakak kandung Angeline.

“Tetap cantik kamu dek, angel. Malaikat kecil kami :’)” tulis Esra di dinding facebook Angeline yang bernama Angela Simanjuntak.

Sementara di dinding akunnya sendiri, Ester memposting status bersama foto yang memilukan sekaligus mengungkap kan kekecewaan mendalam.
Gk ada lg yg kaka suruh buat ikut lomba nyanyi dek…
Gk adek rasakan lg haus & lapar kan sayang? Tega ny ninggalin kami dek 😭 Jahat dokter ny kan dek? Di apain ajaa adek? Pngen x kaka be*** perut ny ituu dek, emosi kaka pas dengar critaEsra Simanjuntakk yg kata ny dokter dwika sakti msih bs ketawa pas kamu meninggal dek 😭 dgn enteng ny dokter t*** itu ngomong ” ngapain panggil² org yg udah meninggal??? Mau gimana pun gk bakal hidup lg ituu.
Memang ba** ny dokter dwika itu kan pudan? Gk punya hati, gk ada otak ny, percuma berpendidikan !!! Di jadikan ny adek ku bahan praktek ny !!! Pngen x ku bu*** dokter ki*** ituu dek ku….” tulis Ester.

Sementara itu, pemilik akun atas nama Oktavia Waruwu menulis “Kini rata” smua org bikin status tentang kw dx…
Krna kmi sangat menyayangi mu enjel

#smoga_kw_tenang_dialam_sanayah_dx
#amin :(“.

Ada lagi Dwiputra Ituh NamaGua yang menuliskan “Aduh dex cepet kali lh adex pergi :'( :'(
ninggalin kami di sini dex :'(

Mogah adex di trima di sisi Tuhan :'( :'(
#AMIN

Kematian putri dari pasangan almarhum Jonni Simanjuntak dan Junsaris Neri Br Sitinjak (46), warga Jalan Padangsidimpuan, Lingkungan I Hutabuntul Nauli, Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut itu sontak menggegerkan publik karena sayatan bekas operasi usus buntu akutnya di RSUD Pandan milik Pemkab Tapanuli Tengah dianggap tidak wajar. Dia dioperasi besar pada Senin (6/6/2016) dan operasi kecil lagi pada Selasa (7/6). Hingga kemudian siswi Kelas VIII SMP Negeri 1 Pinangsori itu meninggal dunia pada Rabu (8/6) malam.

Pihak keluarga almarhum sudah membuat laporan pengaduan ke pihak kepolisian setempat atas tindak pidana dugaan malapraktik yang dilakukan rumahsakit plat merah itu. Bahkan jasad Angeline tadi malam dibawa ke RS Brimob Medan untuk diotopsi.

Sementara itu pihak RSUD Pandan sendiri membantah telah melakukan malapraktik dan menyatakan seluruh tahapan perawatan dan tindakan operasi usus buntu pasiennya itu sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur).

 

Editor: Mora