1 tahun lalu |10 Juni 2016 20:45 |2339 Pembaca

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Angeline

Foto: Angeline Simanjuntak semasa hidup. Istimewa/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Penyidik Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) saat ini masih menunggu hasil otopsi terhadap mayat Angeline Simanjuntak (14), korban meninggal dunia pasca operasi infeksi usus buntu oleh tim dokter RSUD Pandan, Rabu (8/6/2016) kemarin. Mayat Angeline sendiri telah dibawa dari rumah duka di Jalan Padangsidimpuan, Lingkungan I Hutabuntul Nauli, Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapteng ke RS Brimob Medan pada Kamis (9/6) malam. Dan sesuai informasi yang diperoleh, otopsi telah selesai dilakukan pada pukul 14.00 WIB Jumat (10/6) siang tadi.

“Tentang kasus tersebut (Angeline Simanjuntak), kami masih tunggu (hasil,red) pelaksanaan otopsi di Medan. Infonya hasil otopsi sekitar 1 minggu (disampaikan ke penyidik),” jawab Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi saat dihubungi SuaraTapanuli.Com, Jumat (10/6).

Namun, hingga Jumat (10/6), penyidik belum memeriksa pihak terlapor RSUD Pandan. “Untuk sementara kami kumpulkan informasi-informasi yang kami butuhkan sebagai bahan untuk melakukan penyelidikan,” tambah AKBP Hari.

Kasus kematian Angeline sebelumnya dilaporkan langsung oleh ibu kandungnya Junsaris Neri Br Sitinjak (46) pada Kamis (9/6) sekira pukul 15.00 WIB. Dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTL/96/VI/2016/SU/RES TAPTENG itu, pihak keluarga melaporkan RSUD Pandan atas pelanggaran undang-undang praktik kedokteran, atau lebih tepatnya Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Tadi Siang Selesai Diotopsi

Terpisah, kerabat keluarga almarhum, Pangeran Simanjuntak yang dihubungi SuaraTapanuli.Com, Jumat (10/6) malam menyebutkan bahwa tadi siang sekira pukul 14.00 WIB mayat Angeline sudah selesai diotopsi.

“Informasi yang kami terima tadi mulai jam 10 sampai jam 2 siang sudah selesai otopsinya. Sekarang sedang dalam perjalanan dibawa kembali ke rumah duka di Pinangsori. Kalau tidak ada halangan di perjalanan diperkirakan sampai jam 3 dini hari (Sabtu, 11/6) nanti,” ujar Pangeran.

Dijelaskan Pangeran, pada Kamis (9/6) malam, mayat siswi Kelas VIII SMP Negeri 1 Pinangsori itu dibawa ke RS Brimob Medan dengan menggunakan mobil ambulance RSUD Pandan sesuai hunjukan penyidik. Yang berangkat mewakili pihak keluarga ke Medan yakni Martha Tumanggor, Inanguda almarhum.

“Ibunya tidak bisa ikut karena kondisi fisiknya masih lemah. Ibunya sekarang masih lemas di rumah duka,” kata Pangeran lagi.

Sementara terkait penguburan mayat Angeline, sambung Pangeran, direncanakan dilaksanakan besok sore (Sabtu, 11/6) di kampung. “Besok langsung dikubur,” pungkas Pangeran.

Editor: Mora